Unduh Aplikasi

Pembangunan talud dan jalan di Aceh Tamiang diduga proyek siluman

Pembangunan talud dan jalan di Aceh Tamiang diduga proyek siluman
Ds
ACEH TAMIANG-Proyek pembangunan talud dan jalan di areal persawahan di Desa Seuneubok Punti Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang diduga “siluman” karena tidak memakai plang nama proyek. Senin, (22/12). Kondisi tersebut disinyalir agar proyek tersebut sulit dikontrol masyarakat.

Sejumlah warga mengisahkan, mulanya warga sedang mengerjakan proyek pembuatan Linning Jaringan Irigasi milik CV. Amiqu Baru dengan nomor SPK:4356/SP-PLABK-P/ X/ 2014 dengan nilai kontrak Rp.157.000.000,-.

Disaat proyek ini sedang dalam proses pengerjaan, tiba-tiba datang proyek lain yaitu penimbunan jaringan irigasi yang berdampingan dengan pembuatan linning itu menjadi jalan.

“Proyek yang datang belakangan inilah yang diduga siluman,” ujar beberapa warga kepada wartawan.

Warga juga menambahkan proyek jalan yang diduga proyek siluman tersebut tidak berakhir sampai dimuara irigasi sebagaimana mestinya. Namun, Kata warga, untuk mencukupi volume pelaksana proyek ‘Siluman” tersebut menggantikan dengan membangun jalan dan talut dibantaran Irigasi lain yang tidak seberapa jauh dari lokasi pertama, dan dilakukan pengerasan jalan.

Proyek ini sangat membingungkan masyarakat setempat, disamping tidak memiliki plang nama, juga tidak jelas apakah proyek tersebut pembangunan talud dan jalan saja, atau ada pengerasan lagi.

“ Itu yang tidak kita tahu,” ujar warga yang lain yang mengaku aneh dengan proyek yang satu ini.

Selain itu warga juga mengungkapkan penimbunan saluran irigasi menjadi jalan tersebut sempat membuat jengkel pihak CV. Amiqu Baru yang sedang membangun Linning Irigasi. Pasalnya, hilir mudik truk pengangkut tanah membuat Linning irigasi yang baru saja di bangun retak.

“Yang punya proyek Linning itu sempat protes atas kerusakan bangunannya yang sedang dibangun,” tambah seorang warga yang lain.

Saidil Penjabat Kepala Desa (Datok Penghulu-red) Kampong Seuneubok Punti, Kecamatan Manyak Payed kepada wartawan mengaku tidak begitu paham dengan proyek tersebut, namun ia mengaku seseorang warga pernah melaporkan kepadanya, namun ia tidak menjelaskan detail apa yang dilaporkan.

ASRUL

Komentar

Loading...