Unduh Aplikasi

Pembangunan Ruas 11 Jalan Prioritas, Muslizar MT: Menjawab Keinginan Masyarakat

Pembangunan Ruas 11 Jalan Prioritas, Muslizar MT: Menjawab Keinginan Masyarakat
Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT. Foto: Ist

BANDA ACEH - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berterima kasih dan mengapresiasi program pembangunan 11 ruas jalan prioritas yang telah direncanakan Pemerintah Aceh.

Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT menilai, program pembangunan ruas jalan yang menghubungkan antar kabupaten itu sangat positif dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat.

Baca: Pembangunan 11 Ruas Jalan Prioritas Optimalkan Aksebilitas, Mobiltas dan Produktivitas Masyarakat

"Kami atas nama pemerintah Abdya terutama dengan ruas jalur yang menghubungkan Abdya, Togra dan Blangkejeren Gayo Lues, itu sangat kami apresiasi," kata Muslizar kepada AJNN di Banda Aceh, Selasa malam (19/12).

Untuk diketahui, Pemerintah Aceh akan menuntaskan dua ruas jalan penghubung, yakni Blangkjren-Tongra, batas Abdya sepanjang 90,15 kilometer, dan ruas jalan Babah Rot, Batas Gayo Lues sepanjang 27,57 kilometer.

Kedua ruas jalan dengan total sepanjang 117,72 kilometer itu akan dituntaskan pada 2022. Pembangunan itu menghubungkan lintas tengah Aceh dan kawasan barat selatan.

Kata Muslizar, rencana pembangunan ruas jalan Abdya-Galus sebelumnya sudah pernah diajukan oleh kedua kabupaten ke pemerintah Aceh, mengingat lintasan tersebut memang menjadi tanggungjawab provinsi. Karena itu, program prioritas ini menjadi jawaban dari keinginan mereka.

"Hari ini pemerintah Aceh menjawab keinginan dari masyarakat di dua kabupaten (Abdya-Galus) tersebut," ujarnya.

Menurut Muslizar, pembangunan ruas jalan itu juga akan mempermudah akses perekonomian dari wilayah tengah dengan pesisir barat selatan. Secara otomatis jarak tempuhnya semakin dekat.

Muslizar menuturkan, selama ini, meskipun jalan belum selesai dibangun, warga dari kedua kabupaten tersebut sudah menggunakan jalur itu.

Dimana, lanjut Muslizar, petani dari tengah menjual rempah-rempah ke Abdya, dan sebaliknya masyarakat dari daerah breuh sigupai membawa ikan laut ke wilayah negeri seribu bukit itu. Walaupun terkadang harus bermalam di tengah perjalanan ketika musim hujan dan terjadi longsor.

"Intinya, jalan itu juga sudah dimanfaatkan selama ini. InsyaAllah perputaran ekonomi semakin lancar, cepat dan mudah," tutur Muslizar.

Seperti diketahui, dalam kerangka mengoptimalkan dana otonomi khusus (Otsus), dan untuk mencapai target pembangunan infrastruktur jalan, yang tertuang dalam RPJMA, Pemerintah Aceh, pada 2019, telah melakukan perencanaan untuk penanganan peningkatan 11 ruas jalan prioritas di provinsi ujung pulau Sumatera ini.

Rencana penanganan 11 ruas jalan tersebut, selanjutnya dituangkan dalam kesepakatan antara legislatif dan eksekutif, dengan mengalokasikan anggaran Rp2,47 triliun lebih, dan pembangunannya dilaksanakan dengan sistem kontrak multi tahun atau multiyears (MYC).

HUT Pijay

Komentar

Loading...