Unduh Aplikasi

Pembangunan RSUD Pijay, Adendum berakhir bagunan belum rampung

Pembangunan RSUD Pijay, Adendum berakhir bagunan belum rampung
Wpid 20141224 124257
Pidie Jaya- Walaupun masa perpanjangan kontrak (adendum) telah berakhir, rekanan kontraktor pemenang tender  pembangunan tahap dua ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pidie Jaya, senilai Rp 8,8 milyar bersumber dana Otonomi Khusus (Otsus) terus memburu pekerjaannya untuk dirampungkan. Namun untuk dapat mengamprah uang rekanan hanya memoles bangunan bagian luarnya saja.

Pembangunan ruang rawat inap tahap dua RSUD Kabupaten Pidie Jaya, derjakan rekanana kontraktor PT Noval Cipta Flora, masa adendum kedua berakhir tanggal 23 Desember 2014. Namum dilapangan rekanan kontraktor masih terus memacu para pekerjanya guna menyelesaikan sisi bangunan  belum  rampung di kerjakan.

Amatan AJNN di lokasi, beberapa sisi bangunan ruang rawat inap tahap dua RSUD Pidie Jaya, rekanan kontraktor hanya momoles  bangunan bagaian luar dan beberapa ruangan dilantai dasar supaya nampak telah rampung 100 persen. Akan tetapi beberapa sisi bangunan di lantai dua lantai tiga dan lantai empat masih bayak sisi bangunan yang belum selesai dikerjakan.

Dari pengamatan yang dilakukan, Rabu (24/12), sejumlah sisi ruangan bangunan maupun langit lagin belum rampung dikerjakan. Di lantai dua ini nampak ruang perawatan pasien jendala dan daun pintunya hampir sebagian besar belum terpasang termasuk juga kamar mandinya. Begitu juga halnya dengan ruang tempat para perawat juga belum rampung sempurna. Selain itu dilantai ini juga terdapat para pekerja masih sedang mengerjakan pemasangan plafon langit-langit serta juga pintu kaca sisi sebelah timur dan barat bangunan belum terpasang.

Begitu juga kondisi kerampungan bangunan di lantai tiga hampir sama dengan lantai dua, namun di sedikit lebih sisi bangunan yang belum rampung dikerjakan. Hasil amatan, sisi bangunan yang belum rampung dan masih dalam pengerjaan para tukang, juga meliputi ruang perawatan pasien yang serupa dengan lantai dua, begitu juga halnya  dengan langit-langit belum tersentuh sama sekali pemasangan plafon, begitu juga halnya dengan pintu kaca  sisi timur darn barat bangunan juga belum terpasang. Bahkan di lantai ini masih terdapat sejumlah kabel listrik yang masih mengantung di salah satu ruangan.

Sementara di lantai empat atau lantai terakhir, pembangunan ruang rawat inap RSUD Kabupaten Pidie Jaya ini,  masih ditemukan dinding bangunan tidak terplaster. Di lantai ini, kondisi sama juga ditemui seperti lantai dua dan lantai tiga. Dimana, plafon langit-langit juga belum terpasang sama sekali.

Pembangunan ruang rawat inap RSUD Pidie Jaya dari lantai satu hingga lantai empat instalasi listriknya belum juga selesai dikejakan, begitu juga dengan sebagian atap bangun belum terpasang, sehingga rembesan hujan memasuki ruangan. Ironisnya, pemasangan lift  belum juga selesai terpasang. menurut dari sumber di Dinas Kesehatan setempat untul lift saja terserap persentase proyek sebesar 10 persen.

Berdasarkan informasi yang di peroleh AJNN dari Dinas Pendapat dan Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah (DPPKAD) kabupaten Pidie Jaya, Seluruh dokumen pengajuan pengamprahan dana dari setiap Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) semestinya sudah harus diterima tanggal 24 Desember 2014. Bila tidak, dikuatirkan Surat Perintah Pencairan Dana ( SP2D) tidak terkejar untuk diterbitkan di akhir bulan Desember 2014, sebab dalam bulan ini mulai tanggal 25 sampai dengan 28 merupakan hari libur dan cuti bersama.

Sementara kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya, Said Abdullah, SH menyebutkan, walaupun masa kontrak telah berakhir, namum pihaknya masih memberi toleransi kepada rekanan untuk merampungkan seluruh sisi bangunan agar dapat di fungsikan awal tahun 2015.

Dikatakannya, pihaknya telah mengajukan Surat Penyediaan Dana (SPD) kepada DPKKAD Kabupaten Pidie Jaya agar di sediakan untuk proyek tersebut dan epaling telat pihaknya akan mengajukan dokumen SPM  "Dan kepada rekanan juga dikenakan denda one per mil karena kontrak telah berakhir," katanya.

IKHSAN PM

Komentar

Loading...