Unduh Aplikasi

Pembangunan RSU Datu Beru Dinilai Tak Sesuai Prioritas

Pembangunan RSU Datu Beru Dinilai Tak Sesuai Prioritas
Selasar yang sedang dibangun di RSU Datu Beru, Takengon.
ACEH TENGAH - Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Gayo, menilai perencanaan pembangunan rumah Sakit Umum (RSUD) Datu Beru Takengon amburadul dan tidak sesuai dengan prioritas. Contohnya, seperti pembangunan selasar yang saat ini sedang berjalan.

Badan Pekerja GeRAK Gayo, Aramiko Aritonang mengatakan, pembangunan selasar tidak mencerminkan sebagaimana RSU Rujukan. Pasalnya, selasar yang sedang dibangun tidak menerapkan standar, sehingga pembangunan RSU Datu Beru tidak berdasarkan kebutuhan, tapi hanya sebatas kepentingan.

"Proses pengerjaan selasar membuat bising dan menganggu pasien yang sedang berobat, dan juga menimbulkan debu, pengerjaanya juga tidak dibuat penghalang atau ditutupi sehingga semakin menganggu pasien, padahal RSU Datu merupakan RSU bertipe B dan sebagai rumah sakit rujukan,” kata Aramiko Aritonang kepada AJNN, Kamis (24/3).

Bukan itu saja, kata Aramiko, pembangunan selasar bukan kebutuhan prioritas yang dibutuhkan sekarang. Menurutnya, yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit tersebut adalah ruang rawat inap.

"Ruang rawat inap masih kurang, pasien-pasien banyak tidur di lorong-lorong rumah sakit karena kekurangan ruangan," sebut GeRAK Gayo

Seharusnya, kata Aramiko, pihak rumah sakit memprioritaskan pembangunan ruang rawat inap dan juga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang layak, agar limbah-limbah bisa di olah kembali demi menjaga pencemaran lingkungan dan keselamatan pasien RSU.

"Apabila hak rakyat terkait pelayanan kesehatan kurang dinikmati oleh masyarakat Aceh Tengah, maka GeRAK Gayo akan melaporkan hal ini kepada Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) agar manajeman RSU Datu Beru ditinjau kembali dan diberi saksi bagi yang melanggar," tegasnya.

Selain itu, GeRAK Gayo meminta Direktur RSU Datu Beru agar mengevaluasi pejabat yang melakukan perencanaan dan tidak mengedepankan pembangunan serta mengkaji ulang perencanaan RSU Datu Beru.

"GeRAK Gayo juga akan melihat sejauh mana peraturan bupati terkait Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Kabupaten Aceh Tengah. Diperlukan kajian mengenai perbub terkait pengelolaan dana BLUD apakah sudah mewakili kepentingan masyarakat Aceh Tengah tentang visi misi bupati menghalau kemiskinan atau tidak sama sekali," ujar Aramiko.

Komentar

Loading...