Unduh Aplikasi

Pembangunan RS Pratama Aceh Utara Terus Diawasi

Pembangunan RS Pratama Aceh Utara Terus Diawasi
Foto: Ist

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Kejaksaan Negeri setempat terus mengawasi pembangunan Rumah Sakit Umum Pratama di Gampong Alue Mudem, Kecamatan Lhoksukon. Pasalnya, tujuan dari pengawasan tersebut supaya kontraktor bersama pengawas agar benar-benar mengerjakan pembangunan RSU Pratama tersebut sesuai dengan spek.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap pembangunan hingga selesai dikerjakan 100 persen. Kita targetkan dan berharap akhir tahun ini rumah sakit ini harus sudah rampung,” kata Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, Senin (25/11) disela-sela peninjauan.

Cek Mad sapaan-akrab Muhammad Thaib menambahkan, setiap bulan pihaknya terus pantau perkembangan pembangunan RSU Pratama. Terkadang juga pernah datang dengan tiba-tiba pada malam hari untuk melihat kinerja rekanan dalam membangun rumah sakit itu.

“Alhamdulillah, pembangunan sudah mencapai 78 persen. Ini harus kita apresiasi,” kata Bupati didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Firman.

Pada kesempatan itu, Cek Mad juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat yang sudah menyediakan anggaran untuk pembangunan RSU Pratama Aceh Utara. Serta kepada masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan penuh kepada Pemda Aceh Utara, karena sekarang ini sedang berupaya menyediakan layanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat.

“Aceh Utara ini cukup luas dan cukup banyak penduduknya. Butuh dua rumah sakit lagi setelah RSU Pratama ini. Kalau nanti Pemerintah Pusat kembali mempercayakan kami, maka kami akan minta dua RS lagi untuk dibangun di Pantonlabu dan Krueng Mane,” ujarnya.

Dikatakan Cek Mad, sekarang ini masyarakat sangat jauh menempu perjalanan menuju Lhokseumawe, seperti masyarakat dari Langkahan dan Cot Girek di wilayah timur, Sawang dan Nisam di wilayah barat.

“Kalau RSUD Cut Mutia tetap milik Pemkab Aceh Utara dan tetap beroperasi seperti biasanya. Namun RS tersebut sekarang ini berada dalam wilayah Pemkot Lhokseumawe,” tuturnya, saat ditanya tentang status RSUCM.

Sambungnya, untuk tenaga medis saat ini sangat banyak. Tenaga dokter spesialis sekarang ada beberapa yang sedang kuliah. Mereka kembali ke daerah pada bulan Maret 2020. Mereka akan ditempatkan di RSU Pratama. Yang memberatkan hanya pada biaya operasional.

“Pun demikian ini akan menjadi tugas kami ke depan. Yang terpenting hari ini bagaimana mendekatkan layanan RS dengan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT Murfido, T. Ardiansyah didampingi Projeck Manager Ismail Amien mengtaakan, pihaknya terus berupaya melaksanakan pekerjaan dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

“Pekerjaan ini baru dilaksanakan lebih kurang 4 bulan, dan sekarang ini pembangunan telah mencapai 78 persen. Target kami selesai 100 persen pada tanggal 15 Desember mendatang,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, waktu yang dimiliki cukup singkat, makanya siang dan malam pekerjaan terus dilakukan dengan cara membagi kelompok kerja. Kendala yang dihadapi sekarang ini adalah kenda alam karena sedang hujan.

“Agar pembangunan RSU Pratama ini tidak terkendala, kami harap Pemda Aceh Utara fokus dan saling membantu. Hubungan antara kami dengan pemerintah cukup bagus karena itu kami berterimakasih kepada bapak bupati,” tuturnya.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...