Unduh Aplikasi

Pembangunan Masjid Agung Aceh Jaya: Dewan Minta Ditunda, Bupati Tak Sepakat

Pembangunan Masjid Agung Aceh Jaya: Dewan Minta Ditunda, Bupati Tak Sepakat
Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB. Foto: AJNN/Suar

ACEH JAYA - Bupati Aceh Jaya, T.Irfan TB sepakat atas rencana Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya mengundang tim ahli teknis independen dari Unsyiah untuk menilai kekuatan pembangunan Masjid Agung Kabupaten Aceh Jaya apakah layak untuk dilanjutkan atau tidak.

Namun dirinya mengaku tidak sepakat jika proses pelelangan paket pembangunan Mesjid Agung Kabupaten Aceh Jaya Tahap III harus ditunda.

"Saya pikir itu boleh-boleh saja dan bagus jika dewan ingin mengundang tim teknis independen untuk menilai kelayakan lanjutan pembangunan Masjid Agung ini," kata Bupati Aceh Jaya, T.Irfan TB, Jumat (29/5).

Artinya, nantinya akan data perbandingan antara analisa dari tim dinas teknis dengan analisa dari tim teknis independen bentukan dewan.

"Rencana dewan itu bagus, biar ada perbandingannya, pada prinsipnya kami mendukung rencana dewan itu, namun untuk proses pelelangan akan tetap kami lanjut," tegas Irfan.

Lanjutnya, jika memang nanti adanya indikasi dan jika ada yang harus diperbaiki lagi oleh rekanan yang lama atau ada indikasi untuk dihentikan dan tidak layak untuk dilanjutkan itu akan dinafikan hasil pelelangannya.

Baca: Dewan Ngotot Minta Lanjutan Pembangunan Masjid Agung Calang Ditunda

"Jadi kami tetap pada prosedur awal pelelangan tetap dilanjutkan, dan jika ada temuan nantinya hasil dari analisa harus kami teruskan. Ini semua kami lakukan untuk menghindari lamanya proses pelelangannya," tambahnya.

Namun demikian, dirinya berharap kedua tim teknis yang akan menganalisa pembangunan Masjid Agung ini bisa memberikan data yang objektif sehingga data yang dikeluarkan nantinya benar-benar akurat.

"Kami berharap kedua tim ini bisa objektif dalam melihat, penilaian dan benar-benar memberikan data yang akurat," pinta Irfan TB.

Ia juga mengingatkan kedua tim teknis tersebut jangan sampai memanipulasi data sehingga dampaknya akan berisiko terhadap pembangunan dan umat kedepannya.

"Itu yang kami harapkan, jika memang bagus bilang bagus dan jika tidak bagus bilang tidak, dan apa solusinya jika tidak bagus, sehingga tim teknis bisa merekomendasikan apa yang tidak bagus atau yang harus dibongkar untuk diperbaiki lagi," pungkasnya.

Komentar

Loading...