Unduh Aplikasi

PASCA AMBRUK TOTAL

Pembangunan Jembatan Ulee Raket Dihentikan Sementara

Pembangunan Jembatan Ulee Raket Dihentikan Sementara
Kondisi jembatan Ulee Raket. Foto: Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menghentikan sementara pembangunan jembatan Ulee Raket, Desa Sawang Teubee Kecamatan Kaway XVI yang akan dikerjakan PT Tanjong Harapan, selaku pemenang tender dengan nilai 18,8 miliar

Penghentian sementara dilakukan untuk menyusun perencaaan baru karena jembatan tersebut ambruk total. Awalnya hanya direncanakan pembongkaran satu sisi dan penyambungan saja.

Kepala Bidang Jalan, Dinas PUPR, Syamsul Rizal, mengatakan berubahnya kegiatan tersebut lantaran dilihat dari kondisi saat ini jembatan itu harus dibongkar secara keseluruhan.

"Nanti kita akan duduk kembali membahas masalah ini, kita tidak tahu akan terjadi seperti ini. Ini merupakan kondisi alam yang terjadi secara tiba-tiba. Kita akan bertemu juga dengan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen-red) sebelumnya, dan rekanan untuk masalah ini," kata Syamsul Rizal.

Menurut Samsul Rizal, pihaknya akan kembali menurunkan konsultan perencanaan untuk melihat dan mengkaji kembali perencanan pembangunan jembatan tersebut guna memastikan apakah bisa dilanjutkan untuk sisi lintasan dari arah Kecamatan Pantee Ceureumen atau tidak.

Dikatakannya, dalam status pekerjaan sebelumnya rekanan juga belum dibayarkan uang muka oleh Dinas terkait, lantaran masih tahap proses pengadaan tiang pancang

"Padahal baru hari ini kita mau transfer uangnya ke rekanan, tapi sudah kejadian seperti ini sehingga terpaksa kita hentikan dan tidak jadi kita transfer," ungkapnya.

Syamsul Rizal menuturkan, apabila dalam kegiatan ini rekanan pelaksana proyek telah mengeluarkan biaya pribadi dalam pengadaan item tiang pancang maka pihaknya juga akan menbahas kembali tindak lanjutnya.

Pihaknya akan melihat mekanisme terkait dengan jumlah biaya pribadi perusahaan yang telah dikeluarkan untuk tahapan pembangunan jembatan tersebut.

Syamsul Rizal mengakui jika proses pembangunan tersebut sempat mengalami keterlambatan, lantaran terlambatnya proses lelang yang dilakukan dinas itu melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

"Memang sempat terlambat, karena terlambat dilakukan lelang, karena waktu itu ada wacana dipindahkan ke titik lain," kata dia.

Sementara itu Geuchik Sawang Teubee Zulbaili, mengatakan akibat ambruknya jembatan tersebut saat ini akses penghubung warga Pantee Ceureumen dan Kaway XVI terganggu.

Menurutnya ada sekitar 27 desa secara keseluruhan selama ini menggunakan akses jambatan yang juga penghubung warga Pantee Ceureumen ke Kota Meulaboh.

"Saat ini ada dua belas ribu jiwa terganggu dengan ambruknya jembatan ini. Kasihan bagi petani yang selama ini mengangkut hasil panennya dari sini," kata Zulbaili.

Menurut Zulbaili, memang ada jalur lain namun harus memutar sekitar 25 kilometer untuk sampai ke akses pasar kawasan Sawang Teubee.

Komentar

Loading...