Unduh Aplikasi

Pembangunan Jalan Proyek Multiyears di Simeulue Diduga Gunakan Material Campuran

Pembangunan Jalan Proyek Multiyears di Simeulue Diduga Gunakan Material Campuran
Tim Pansus DPRK Simeulue saat turun ke lokasi pembangunan jalan lintas Sinabang-Sibigo. Foto: For AJNN.

BANDA ACEH - Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Simeulue, mengecek pengerjaan pembangunan jalan lintas Sinabang-Sibigo, yang merupakan proyek multiyears atau kontrak tahun jamak. Dalam kunjungan itu, wakil rakyat Simeulue itu menemukan adanya dugaan campuran material dalam pembangunan proyek itu.

Untuk diketahui, proyek Jalan Sinabang - Sibigo, dimenangkan oleh PT. Aceh Lintas Sumatera, yang beralamat Gampong Paya Baro, Teunom, Aceh Jaya, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh dengan pagu Rp 83 miliar, dan nilai penawaran Rp 76.1 miliar.

Ketua tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Simeulue, Ugek Farlian, mengungkapkan material yang dipakai merupakan campuran batu sungai, dimana secara spesifikasi teknis tidak boleh seperti itu.

"Jadi kemarin ketika kami jalan mau pansus, kami lihat mereka lagi kerja, kemudian kami turun lihat, dan kami temukan material campuran batu sungai pada proyek itu, dimana secara teknis tidak seperti itu," kata Ugek Farlian, kepada AJNN, Kamis (3/6).

Ketika turun ke lokasi, Ugek Farlian mengaku juga bertemu dengan pengawas lapangan. Kemudian pengawas tersebut mengarahkan pihaknya ke batu yang sudah ditumpukkan untuk pengerjaan proyek itu.

Tim Pansus DPRK Simeulue saat turun ke lokasi pembangunan jalan lintas Sinabang-Sibigo. Foto: For AJNN.

"Kami pergi dan mengecek tumpukan batu itu, dan kami temukan hal yang sama, kami temukan juga ada batu sungainya di tumpukkan batu itu," ungkapnya.

Sebelum proyek itu berjalan terlalu jauh, Ugek Farlian meminta kepada Dinas PUPR Aceh untuk turun ke lapangan dan mengecek seluruh spek proyek itu.

"Kami meminta PUPR Aceh turun untuk mengecek kualitas proyek itu, sebelum adanya uji lab terkait proyek itu, kami minta PUPR Aceh tidak membayar proyek itu," tegasnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan ketika di lapangan tidak menemukan adanya konsultas pengawas dari PUPR Aceh, seharusnya proyek yang menelan anggaran miliar itu harus ada konsultas dari dinas.

"Kami tidak menemukan itu (konsultas pengawas Dinas PUPR Aceh), kami juga tidak menemukan labotorium milik rekanan di lokasi, seharusnya itu harus ada untuk mengecek kualitas proyek itu," bebernya.

Baca: Proyek Multiyears Jalan Samar Kilang-Pondok Baru Diduga Gunakan Material Longsor

Menurutnya, proyek tersebut merupakan impian masyarakat Simeulue khususnya, dimana masyarakat sudah sangat lama menunggu jalan tersebut selesai dibangun.

"Proyek ini sangat diharapkan sama masyarakat, apalagi APBK kami rendah, tidak sanggup daerah menangung anggaran untuk proyek sebesar itu, maka kami harapkan kualitas proyek itu sesuai dengan masyarakat harapkan," ujarnya.

Sementara itu, AJNN sudah berusaha menghubungi Direktur Utama PT. Aceh Lintas Sumatera, Yusdi melalui sambungan telepon seluler untuk meminta tanggapan dan konfirmasi terkait temuan pansus DPRK Simeulue tersebut. Namun hingga berita ini diunggah, panggilan telepon tak kunjung dijawab, pesan singkat yang dikirim juga tak dibalas.

Komentar

Loading...