Unduh Aplikasi

Pembangunan IPAL Gampong Pande Dihentikan Sementara

Pembangunan IPAL Gampong Pande Dihentikan Sementara
Wakil Wali kota Banda Aceh Zainal Arifin, Ketua DPRK Arif Fadillah saat melaksanakan rapat bersama para keturunan raja Aceh

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh menghentikan sementara pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di Gampong Pande Kecamatan Kutaraja Banda Aceh.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin mengatakan, proyek pembangunan IPAL tersebut terpaksa dihentikan sementara lantaran adanya penemuan situs sejarah yaitu batu nisan yang diduga milik para raja masa kerajaan Aceh di lokasi pembangunan instalasi.

"Kita hentikan sementara pembangunan proyek IPAL itu, sambil mencari kebenarannya melalui penelitian lebih lanjut sampai ada solusi baru," kata Zainal Arifin kepada wartawan saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan masyarakat peduli sejarah dan masyarakat Gampong Pande serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tentang pembangunan IPAL, Rabu (13/9) di ruang sidang utama DPRK setempat.

Nantinya, kata Zainal, setelah dilakukan penelitian dan dibenarkan bahwa dilokasi itu memiliki banyak situs sejarah maka bisa dipastikan pembangunan IPAL akan dialihkan ke lokasi lain.

"Kita berkewajiban menjaga situs sejarah, itu kita jaga," ungkapnya.

Sambil menunggu adanya solusi, Pemko akan mencari informasi untuk pemindahan IPAL tersebut, karena dari sisi lain pembangunan instalasi ini memang penting untuk dibangun. Saat ini aktifitas pembangunan proyek tersebut juga telah dihentikan.

Rapat itu turut dihadiri para keturunan raja-raja Aceh dan arkeolog Aceh Husaini Ibrahim.

Husaini Ibrahim dan para keturunan raja Aceh berterima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap situs sejarah Aceh sehingga mengambil sikap akan menghentikan pembangunan IPAL di lokasi bersejarah itu.

Sebenarnya desakan mereka itu bukan menghalangi pembangunan, tetapi ini semua demi menjaga situs sejarah Aceh yang perlu dilestarikan sampai kapanpun.

"Terima kasih, kami bukan anti pembangunan, tetapi ini penyelamatan situs sejarah Aceh," tutur keturunan raja Aceh, T Raja Nasruddin.

Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung pemerintah kota dalam menyahuti keinginan rakyat, dia membenarkan batu nisan yang ditemukan di lokasi pembangunan IPAL tersebut adalah bekas makam para pejuang atau raja-raja Aceh sebelumnya.

"Jika dihentikan sementara kita akan sahuti keinginan rakyat," imbuhnya.

Komentar

Loading...