Unduh Aplikasi

Pembangunan Gedung Mess Karyawan PT SBE di Sabang Diduga Tak Sesuai IMB

Pembangunan Gedung Mess Karyawan PT SBE di Sabang Diduga Tak Sesuai IMB
Gedung mess karyawan PT Setia Bersama Elang (PT SBE) yang diduga dibangun tak sesuai dengan IMB. Foto: For AJNN

BANDA ACEH - Pembangunan satu unit gedung laundry dan mess karyawan PT Setia Bersama Elang (PT SBE) yang berada di Jurong Bahagia, Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, diduga tidak sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah kota setempat. 

Dalam IMB PT Setia Bersama Elang yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang, ada sejumlah bangunan yang dibangun oleh perusahaan tersebut. IMB Perusahaan Setia Bersama Elang itu bernomor 15/11.72/01/2020, tertanggal 14 Desember 2020. 

Adapun bangunan yang akan dibangun sesuai dengan IMB itu yakni satu unit gedung backpacker permanen, dua lantai dengan total luas 170 m2, empat unit bungalow 1-8 semi permanen dua lantai dengan luas 28,4 m2, satu unit bungalow family semi permanen  dua lantai dengan luas 28,4 m2.

Selanjutnya, satu unit musala semi permanen satu lantai dengan luas 12 m2, satu unit laundry dan mess karyawan dua lantai dengan luas 199,5 m2, dan satu unit ruang genset permanen satu lantai dengan luas 9 m2.

Salah seorang warga Gampong Ie Meulee, Syahrul mengungkapkan kalau gedung tersebut diduga dibangun tidak sesuai dengan IMB. Informasi yang diterima gedung itu dibangun untuk laundry dan mess karyawan PT Setia Bersama Elang. 

“Gedung itu tidak sesuai dengan IMB, karena dibangun tiga lantai,” kata Syahrul ketika dikonfirmasi AJNN, Senin (3/4).

Sejak awal, Syahrul mengaku sudah memprotes pembangunan gedung tersebut. Dimana gedung itu pertama dibangun di atas gundukan tanah yang rawan roboh kalau terjadi gempa, dan sangat berbahaya bagi rumah warga yang tinggal di samping gedung itu, kemudian yang kedua tidak sesuai dengan IMB.

“Saya sudah protes ke pak wali kota, ke satpol pp dan ke DPMPTSP dan Tenaga Kerja, tapi tidak hasil juga, gedung itu tetap dilanjutkan,” ungkapnya.

Padahal, kata Syahrul, PT Setia Bersama Elang sudah membuat surat pernyataan bersedia menyesuaikan gedung mess karyawan sesuai dengan Rekomendasi Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kota Sabang, selambat-lambatnya tanggal 31 Januari 2021.

“Tapi sampai sekarang gedung itu tetap dilanjutkan pembangunannya, surat rekomendasi itu seperti tidak dianggap,” ungkap Syahrul.

Surat rekomendasi itu diteken oleh Wakil Direktur PT Setia Bersama Elang, Wenny Herawaty dan diketehui oleh Keuchik Gampong Ie Meulee, Muhammad Sukmadi, tertanggal 10 September 2020.

Keuchik Gampong Ie Meulee, Muhammad Sukmadi, ketika dikonfirmasi AJNN membenarkan ada meneken dalam surat pernyataan yang dikeluarkan oleh PT Setia Bersama Elang itu.

“Saya sebagai mengetahui saja, perjanjian mereka (PT Setia Bersama Elang) untuk memangkas (lantai 3) sesuai dengan jadwal waktu yang ditentukan, sekarang ditanyakan kepada yang memberi izin (DPMPTSP),” kata Muhammad Sukmadi.

Ternyata, DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Sabang juga mengeluarkan surat yang meminta kepada PT Setia Bersama Elang untuk melakukan pemangkasan lantai tiga gedung tersebut.

Surat itu dikeluarkan pada tanggal 20 April 2021, yang diteken oleh Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Sabang, M Daud.  Dimana surat itu dikeluarkan untuk menindaklanjuti surat pernyataan yang pernah dikeluarkan oleh PT Setia Bersama Elang. 

Dalam surat itu, DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Sabang, meminta kepada PT Setia Bersama Elang, untuk segera melakukan pemangkasan lantai tiga gedung mess karyawan sesuai dengan rekomendasi Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kota Sabang, dan sesuai dengan IMB nomor 15/11.72/01/2020, tanggal 14 Desember 2020.

Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Sabang, M Daud, ketika dikonfirmasi AJNN, membenarkan kalau bangunan tersebut tidak sesuai dengan IMB yang dikeluarkan.

Dimana, kata M Daud, bangunan tersebut dalam IMB dibangun dengan dua lantai, ternyata di lapangan bangunan tersebut malah dibangun tiga lantai.

“Sudah ditegur, saya lihat di lapangan tidak ada action, kalau tanya ke saya DPMPTSP, ya menegur, sudah saya tegur, sesuai dengan IMB yang kita berikan,” kata M Daud. 

Kata M Daud, surat teguran yang dikirimkan ke perusahaan tersebut juga sudah ditembuskan ke Wali Kota, Satpol PP dan PU.

“Jadi lebih baik konsul ke Satpol PP, karena tebusan ke pak wali ada, Satpol PP ada, PU ada. Sampai sekarang belum, masih tiga lantai, Satpol PP penegak hukum, kami tidak mungkin, penegak hukum kan Satpol PP, action di lapangan, eksekusi, tidak mungkin DPMPTSP yang menghancurkan,” ujar M Daud.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan WH Kota Sabang, Irfani, mengaku sudah menindaklanjuti terkait gedung tersebut. Bahkan saat ini pembangunan gedung itu sudah dihentikan.

“Kami sudah menahan, sudah melarang sesuai dengan aturan yang ada, izin kan sudah dikeluarkan segitu (dua lantai), dan kami sudah sampaikan ke pimpinan (asisten 2 dan sekda) tentang gedung itu, dan akan ditindaklanjuti memang,” kata Irfani.

Ia kembali memastikan gedung tersebut akan ditindak sesuai dengan aturan yang ada, namun saat ini belum ditindaklanjuti karena bulan puasa.

“Pembangunan tidak dilanjutkan lagi sekarang, sudah kami larang, dari awal sudah kami sampaikan tidak boleh, setelah lebaran akan kami tindak lanjuti kembali,” tegasnya.

Hingga berita ini diunggah, AJNN masih berupaya untuk mengkonfirmasi kepada PT Setia Bersama Elang, terkait pembangunan gedung yang diduga tidak sesuai dengan IMB.

Komentar

Loading...