Unduh Aplikasi

Pembangunan Gedung di RSUD Yulidin Awai Ditemukan Tak Sesuai Spek

Pembangunan Gedung di RSUD Yulidin Awai Ditemukan Tak Sesuai Spek
Kadinkes Aceh, Hanif. Foto: AJNN.Net/Tommy.

BANDA ACEH - Dinas Kesehatan Aceh akan menurunkan tim ahli untuk mengecek fisik proyek pembangunan gedung rawat inap dan penyakit dalam RSUD Yulidin Awai, Aceh Selatan serta proyek pembangunan rumah sakit Tgk.Chik Ditiro, Sigli.

"Tim ahli kontruksi tersebut akan mengecek fisik termasuk volume pekerjaan dan mencari penyimpangan pada dua proyek tersebut," kata Kepala Dinkes Aceh, Hanif, Senin (15/7).

Ia menyebutkan tim ahli tersebut diturunkan berdasarkan hasil rekomendasi pihak BPK RI perwakilan Aceh dimana ada temuan proyek yang dikerjakan oleh pihak rekanan tidak sesuai spesifikasi

"Selain tim ahli kontruksi, kami juga telah mengajak dari pihak Inspektorat Aceh, BPKP Aceh dan TP4D untuk turun ke lokasi mengecek pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak," sebutnya.

Proyek pembangunan gedung rawat inap dan penyakit dalam RSUD Yulidin Awai, Aceh Selatan tahap II bersumber DOKA 2018 senilai Rp 12 milliar dalam pekerjaan ada item pekerjaan yang tidak sesuai spek, salah satunya pekerjaan rangka hollow 2 X 4 cm senilai Rp 316 juta, namun pihak rekanan memasang rangka hollow dengan ukuran lebih kecil yakni 2 X 3,5 cm dan 1,8 X 3 cm. Berdasarkan penelusuran AJNN di laman LPSE, proyek tersebut dikerjakan PT. Karya Mukti Bersaudara

Selain itu, BPK RI menemukan pekerjaan fire alarm seharga Rp 322 juta yang tidak sesuai dengan kontrak serta pengadaan UPS yang berbeda merek.

"Disini telah terjadi perbedaan merek fire alarm yang dibeli oleh pihak rekanan. Sesuai kontrak sebarusnya merek VES namun yang terpasang merek Notifier. Begitu juga dengan pengadaan UPS di RSUD Sigli, dikontrak buatan Prancis yang dibeli buatan Italia," jelas Hanif.

Dari hasil penilaian tim ahli adanya selisih harga barang yang dibeli dengan harga di kontrak, maka kelebihan harga tersebut akan dikembalikan ke kas negara.

"Jika ada selisih harga yang dibeli, maka pihak rekanan wajib mengembalikan kelebihan harga tersebut ke kas negara," ungkapnya.

 

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...