Unduh Aplikasi

REHAB REKON PASCAGEMPA PIDIE JAYA

Pembangunan 710 Unit Rumah Rusak Yang Tersisa Segera Dimulai

Pembangunan 710 Unit Rumah Rusak Yang Tersisa Segera Dimulai
Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi. Foto: AJNN.Net/Muksalmina

PIDIE JAYA - Gempa yang melanda Kabupaten Pidie Jaya 7 Desember 2016 lalu meluluh lantakkan lebih enam ribu rumah masyarakat di kabupaten tersebut. Dari ribuan rumah yang rusak akibat gempa akhir tahun 2016 itu, 710 unit diantaranya belum mendapat sentuhan bantuan rehab rekon.

Namun dalam waktu dekat ini, rehab rekon untuk 710 unit rumah rusak berat itu akan segera dibangun, kepastian itu dikatakan Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi kepada AJNN usai mengikuti rapat sosialisasi peraturan dana hibah rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Selasa (29/10).

“Untuk rehab rekon yang tersisa sebanyak 710 unit, Kabupaten Pidie Jaya kembali mendapatkan dana hibah sebasar Rp 63 miliar. Insyaallah semua yang tersisa sudah tertampung,” kata Waled –sapaan Said Mulyadi— melalui sambungan seluler.

Waled memastikan rehab rekon untuk 710 unit yang tersisa itu akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, proses rebab rekon yang tersisa tersebut hanya menunggu penanda tangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“Tinggal menunggu NPHD saja, setelah NPHD ditanda tangani. Insyaallah awal November sudah NPHD, begitu NPHD siap, langsung dimulai pembangunan,” ujar Waled meyakinkan.

Dikatakan, sebanyak 150 kabupaten/kota ikut dalam rapat sosialisasi tersebut. Untuk Provinsi Aceh sendiri, terdapat rmpat kabupaten yang ikut dalam rapat sosialisati itu, yaitu, Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, Subulussalam dan Kabupaten Abdya.

Baca: Masa Penggunaan Berakhir, Rp 1 Miliar Lebih Dana Rehab Rekon Pijay Kembali ke Pusat

Namun lanjut Waled, dari 150 kabupaten/kota di Indonesia yang terkena bencana, Pidie Jaya mendapat keistimewaan dalam proses rehab rekon pasca bencana. Pasalnya, bantuan untuk setiap rumah, Pidie Jaya yang paling tinggi diantara 150 kabupaten/kota yang terkena bencana.

“Alhamdulillah, Pidie Jaya seperti mendapat keistimewaan dalam hal harga rumah per unit, kita yang paling tinggi. Kalau kabupaten/kota lain dari Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per unit, tetapi untuk Pidie Jaya Rp 85 juta per unit,” sebutnya.

Disamping itu, Wakil Bupati Pidie Jaya itu berharap kedepannya tidak ada lagi permasalahan dalam proses rehab rekon. Pembetukan kelompok masyarakat (pokmas) seharusnya dapat mempermudah proses rehab rekon.

“Pembentukan pokmas ini kan untuk memangkas birokrasi, untuk mempermudah rehab rekon. Jangan sampai pokmas malah mempersulit proses rehab rekon, dan jangan lagi terjadi hal macam-macam yang menghambat rehab rekon,” cetus Waled.

Komentar

Loading...