Unduh Aplikasi

Pembangunan 11 Jalan Prioritas, Anggota DPRA: Benar-benar Program Aceh Hebat

Pembangunan 11 Jalan Prioritas, Anggota DPRA: Benar-benar Program Aceh Hebat
Anggota DPRA, Nora Idah Nita.

ACEH TAMIANG - Anggota DPR Aceh, Nora Idah Nita menyambut baik kebijakan Pemerintah Aceh membangun sebanyak 11 ruas jalan prioritas yang menghubungkan jalan lintas kabupaten dengan daerah-daerah terpencil.

"Saya sebagai DPRA Dapil 7 Aceh Tamiang-Langsa sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh terkait pengalokasian dana untuk dibangun 11 jalan prioritas yang menghubungkan jalan antar lintas kabupaten dan daerah-daerah terpencil di Provinsi Aceh," kata Nora Idah Nita, kepada AJNN, Senin malam (17/2).

Baca: Pembangunan 11 Ruas Jalan Prioritas Optimalkan Aksebilitas, Mobiltas dan Produktivitas Masyarakat

Nora mengatakan, dengan terbangunnya 11 jalan prioritas tersebut secara otomatis akan mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Kehadiran infrstruktur itu nantinya juga akan membuka isolasi daerah-daerah terpencil," kata Nora.

Tidak hanya itu, menurut Nora, dengan dibangunya jalan perioritas tersebut juga akan mempersingkat waktu tempuh dari satu daerah ke daerah lain.

"Mobilitas dan produktivitas masyarakat juga sangat terdukung," ujarnya.

Sebagai anggota DPRA dari Dapil 7, Aceh Tamiang-Langsa, Nora berterima kasih kepada Pemerintah Aceh, karena telah memasukkan satu ruas jalan prioritas di Aceh Tamiang yaitu jalan penghubung Aceh Tamiang-Simpang Jernih, Aceh Timur.

"Simpang Jernih termasuk daerah ujung pedalaman yang selama ini masyarakatnya sangat menanti-nanti dibangun insfrastuktur jalan yang memadai," kata Nora.

Menurutnya, ruas jalan penghubung Aceh Tamiang-Simpang Jernih selama ini kondisinya sangat buruk dan sangat sulit dilalui oleh masyarakat yang membawa keluar hasil bumi dari sana.

Nora mengaku yakin dengan telah dibangunnya jalan yang memadai, nantinya ekonomi masyarakat disana akan terdongkrak. Apalagi masyarakat disana (Simpang Jernih-rec), rata-rata penghasilan ekonomi dari perkebunan dan pertanian

"Program pembangunan jalan tersebut sangat baik sekali dan telah mewakili janji politik Irwandi-Nova menuju Aceh Hebat, memang benar-benar program Aceh Hebat," sebut Nora, mantan Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam rangka mengoptimalkan dana otonomi khusus (Otsus), dan untuk mencapai target pembangunan insfrasruktur jalan yang tertuang dalam RPJMA. Pemerintah Aceh pada 2019 telah melakukan perencanaan untuk penanganan peningkatan sebanyak 11 ruas jalan prioritas di Aceh.

Adapun 11 ruas jalan yang masuk dalam prioritas Pemerintah Aceh tahun 2020 yaitu :

- Ruas jalan Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues, sepanjang 107,30 kilometer.

- Ruas jalan batas Aceh Timur-Pining-Blangkejeren, sepanjang 61,42 kilometer.

- Ruas jalan Blangkejeren-Tongra-batas Aceh Barat Daya, sepanjang 90, 15 kilometer.

- Ruas jalan Babah Rot-batas Gayo Lues, sepanjang 27, 57 kilometer.

- Ruas jalan Jantho-Lamno batas Aceh Jaya, sepanjang 66, 33 kilometer.

- Ruas jalan Simpang Redelong-Pondok Baru-Samar Kilang, sepanjang 57, 08 kilometer.

- Ruas jalan batas Aceh Timur (Simpang Jernih)-Karang Baru, Aceh Tamiang, sepanjang 43, 52 kilometer.

- Ruas jalan Trunom-batas Aceh Singkil, sepanjang 51, 42 kilometer.

- Ruas jalan batas Aceh Selatan-Kuala Baru-Singkil Telaga, sepanjang 44, 93 kilometer.

- Ruas jalan Sinabang-Sibigo, sepanjang 92, 64 kilometer.

- Ruas jalan Nasreuhe-Lewak-Sibigo, sepanjang 129, 42 kilometer.

Sebelas ruas jalan tersebut rencananya akan mulai dibangun pada tahun 2020 dan diproyeksi akan tuntas pada tahun 2022, dengan sistem kontrak pembangunannya dilakukan dengan cara multi tahun atau multiyears (MYC).

Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...