Unduh Aplikasi

TERKAIT PENGELOLAAN PELABUHAN JETTY MEULABOH

Pelindo: Dalam MoU Tidak Ada Masa Berakhir Pengunaan

Pelindo: Dalam MoU Tidak Ada Masa Berakhir Pengunaan
Kantor pembantu Pelindo di Aceh Barat. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mengakui masih mengelola Pelabuhan Jetty Meulaboh meski kontrak atau perjanjian kerjasama antara pihaknya dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah berakhir.

Namun demikian, Pelindo mengaku tetap menghitung dan mencatat nilai pembayaran pengelolaan pelabuhan tersebut dalam neraca kas perusahaan.

"Saya rasa kontrak tidak ada, yang ada MoU (Memorandum of Understanding-red). Dalam MoU itu kalau tidak salah saya tidak ada masa berakhir penggunaannya. Memang kalau MoU-nya berakhir setiap dua tahun," kata Manager Kawasan Pelindo Meulaboh, Ali Napia kepada AJNN, Rabu (23/10).

Akan tetapi, kata dia, dalam penandatanganan MoU baru itu, pemkab setempat harus menyediakan perusahaan yang bernaung di bawah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sehingga kerjasama tersebut dapat berjalan.

"Sesuai aturan kami saat ini tidak boleh lagi menjalankan bisnis dengan pemerintah. Jadi harus B to B (Business to Business)," kata Ali.

Menurut Ali, memang saat ini pemerintah daerah telah menunjuk perusahaan yang akan menjalankan hubungan kerjasama tersebut, akan tetapi hingga saat ini belum ada surat kuasa atau pelimpahan kewenangan pengelolaan perusahaan itu kepada perusahaan BUMD yang ditunjuk meski perusahaan telah disediakan.

Baca: Kontrak Habis Sejak 2017, Pelindo Masih Kelola Pelabuhan Jetty Meulaboh

Terkait dengan janji akan ada pertemuan antara Pelindo dengan pemerintah untuk membahas dan penandatanganan MoU baru tersebut di Meulaboh usai pelantikan pimpinan dewan, kata Ali, pihaknya bukan tidak berniat baik, akan tetapi masih banyaknya aktivitas General Manager (GM) Pelindo Malahayati, Banda Aceh membuat agenda tersebut tertunda.

Ali berjanji, setelah penandatanganan MoU dilakukan, pihaknya juga akan melunasi tunggakan Pelindo sebesar Rp 57 juta itu, termasuk dengan tambahan atas pengelolaan pelabuhan saat ini.

"Kami akan bayar tunggakannya setelah penandatanganan B to B nantinya. Termasuk yang kami kelola saat ini juga kami catat dalam neraca kas, sebagai piutang. Saat ini kami juga menunggu kesiapan kantor pusat untuk MoU baru ini," ungkapnya.

Dikatakannya, dalam pengelolaan Pelabuhan Jetty Meulaboh yang dilakukan pihaknya saat ini bertujuan untuk memajukan pereknomian daerah itu, sehingga ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan.

Komentar

Loading...