Unduh Aplikasi

Pelesiran di Ujung Jalan

Pelesiran di Ujung Jalan
ilustrasi: agustus

KRITIK tajam kepada sejumlah anggota fPerwakilan Rakyat Kabupaten Pidie Jaya adalah sesuatu yang wajar. Karena mereka telah bertindak tak wajar dengan melakukan perjalanan dinas, dengan alasan kunjungan kerja, ke dua daerah di Jawa Barat: Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Bogor.

Pasalnya, perjalanan dilakukan hanya beberapa hari menjelang akhir tugas mereka sebagai anggota dewan periode ini. Sed

ikitnya 20 orang anggota dewan berangkat ke Jawa Barat. Uang yang habiskan untuk perjalanan dinas ini mencapai Rp 200 juta.

Perjalanan ini terbilang sia-sia. Hampir dapat dipastikan hasil dari perjalanan dinas ini tak bisa mereka usulkan dalam program-program pemerintahan. Perjalanan ini mungkin menambah wawasan mereka tentang dua daerah itu, tapi tidak untuk menambah kualitas pembangunan di Pidie Jaya.

Kritikan yang dialamatkan kepada mereka sangat masuk akal. Sejumlah masyarakat di daerah itu menganggap langkah ini berlawanan dengan pernyataan mereka di media massa yang mengkritik pemerintah kabupaten terkait kemiskinan di daerah itu.

Perjalanan dinas bukan barang haram. Ini adalah saat wakil-wakil pemerintahan, bisa pegawai negeri sipil atau anggota dewan, melihat hal baru. Sukur-sukur bisa dapat sesuatu yang bisa dipakai di daerah asal.

Tapi sering kali kunjungan kerja tidak memberikan manfaat kepada daerah. Sejak lama pula alasan ini dipakai untuk mengalokasikan dana daerah, yang notabene uang rakyat, untuk keuntungan pribadi para pejabat. Alhasil, uang yang seharusnya bisa dipakai untuk meningkatkan kualitas belanja publik malah mubazir. 

Para anggota dewan yang mungkin telah menyusun koper untuk berangkat, apapun partai politiknya, harus menjelaskan secara gamblang rencana mereka sepulangnya dari Bogor dan Ciamis, sebelum berangkat. Mereka harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa langkah mereka tidaklah sia-sia, agar keberangkatan ini tak menyisakan “bau amis”.

Komentar

Loading...