Unduh Aplikasi

Pelantikan Pengurus Paguyuban Se-Aceh Dikritisi

Pelantikan Pengurus Paguyuban Se-Aceh Dikritisi
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Rencana pelantikan Forum Paguyuban Mahasiswa Aceh (FPMPA) yang akan dilaksanakan pada Jumat (29/9), dinilai telah mencederai semangat dan nama besar FPMPA sebagai organisasi yang menghimpun paguyuban mahasiswa Se-Aceh.

Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (Hamas) Muslim mengatakan pelantikan FPMPA sudah tidak rasional dan terkesan mengkerdilkan kredibilitas lembaga. Pasalnya pelantikan seharusnya dilaksanakan dalam waktu sesingkat-singkatnya setelah kongres II tahun 2015.

"Jika pelantikan dilaksanakan akhir tahun 2017, berarti hanya menyisakan lebih kurang setahun masa jabatan lagi, yang akan berakhir pada tahun 2018," kata Muslim.

Menurutnya pelantikan yang terkesan dipaksakan tersebut mengindikasikan bahwa FPMPA diduga menjadi alat kepentingan Ketua Terpilih Sudirman.

"FPMPA semakin mengecil dan kehilangan marwah akibat banyaknya mosi tidak percaya dari paguyuban Se-Aceh kepada Sudirman, bahkan ada yang sudah menarik diri, seharusnya itu menjadi perhatian utama ketua untuk bisa merekonsiliasi kembali, tetapi ini tidak menjadi prioritas utama, malah lebih mementingkan kepentingan pribadi dengan melaksanakan pelantikan di akhir periode," ungkapnya.

Seharusnya, di tengah arus penolakan pelantikan yang begitu kuat, Sudirman harus mencari solusi bersama bagaimana meneguhkan peran FPMPA dalam masyarakat melalui kegiatan-kegiatan organisasi.

"Kami dari Hamas menyatakan menolak pelantikan tersebut dan tidak mengakui prosesi pelantikan itu. Kami mendesak Sudirman untuk tidak mengarahkan FPMPA sebagai organisasi kecil demi memenuhi hajat pribadinya," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Presidium FPMPA, yang tergabung dari beberapa paguyuban seperti Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT), Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Pidie Jaya (IMPIJA), Forum Komunikasi Generasi Muda Pidie (Fokusgampi), Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS), Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Aceh Tengah (IPPEMATA).

Juru bicara Presidium FPMPA Teungku Fian Muda menilai pelantikan tersebut cacat hukum dan tidak sesuai dengan AD/ART yang berlaku. Apalagi panitia pelantikan juga sudah mengotak-atik AD/ART terkait periode yang sudah ditetapkan yang seharusnya 2015/2018.

"Atas izin siapa mareka bisa seenaknya bentindak merugikan lembaga, dimanapun organisasi tunduk kepada AD/ART sebagai badan hukum tertinggi sebuah lembaga dan itu hasil amandemen secara bersama," kata Teungku Fian Muda.

Untuk itu, pihaknya meminta Sudirman untuk menghormati paguyuban-paguyuban kabupaten/kota Se-Aceh, karena FPMPA adalah forum koordinasi bersama.

"Jika kedepan ada yang mencoba mengotak-atik, sekalipun itu Pemerintah Aceh, maka kami siap untuk menyatakan perlawanan. FPMPA dibentuk atas keterlibatan paguyuban kab/kota Se-Aceh, dan ini menyangkut integritas mahasiswa dan pemuda Aceh. Jika ada yang ingin mencari keuntungan, maka sudah salah tempat," ujarnya.

Selain itu, kata Fian, paguyuban Se-Aceh juga sudah duduk berkoordinasi bersama dan dengan beberapa dewan pendiri FPMPA untuk mempercepat proses kongres 3 guna mencari solusi bersama untuk kemajuan dan kebaikan organisasi FPMPA.

"Kami berharap Pemerintah Aceh bisa dengan tegas menolak pelantikan FPMPA tersebut supaya organisasi mahasiswa dan pemuda tidak di otak-atik oleh kepentingan politik sebahagian kelompok," harapnya.

 

Komentar

Loading...