Unduh Aplikasi

Pelaku Salah Suntik di RSUDCND Meulaboh Jalani Kurungan Penjara dalam Keadaan Hamil

Pelaku Salah Suntik di RSUDCND Meulaboh Jalani Kurungan Penjara dalam Keadaan Hamil
Kepala KPLP, Gandi. Foto: AJNN/Darmansyah Muda.

ACEH BARAT - Desri Amelia (23), salah seorang terpidana kasus salah suntik di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh mulai menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Meulaboh. 

Desri harus menjalani masa tahanan dalam keadaan hamil muda. Ia menjalani hukuman kurungan selama dua bulan terakhir bersama salah satu narapidana lainnya yakni Erwanty (29), setelah mendapatkan kekuatan hukum tetap atau inkrah dari Mahkamah Agung (MA), yang menguatkan putusan sebelumnya dengan masa tahanan selama 2 tahun penjara.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Meulaboh, Said Syahrul melalui Kesatuan Pengaman Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Gandi mengatakan, Desri Amelia bersama Erniwanty mulai ditahan dilapas tersebut pada April lalu.

“Desri dan Erwanty sudah ditahan disini selama dua bulan terakhir, setelah adanya keputusan hukum tetap dari MA. Untuk Desri saat ini benar sedang hamil muda, dengan usia kandungan sekitar lima bulan,” kata Gandi, kepada AJNN, Rabu (16/6).

Baca: Kasus Salah Suntik di Aceh Barat, Mahasiswa dan Orang Tua Korban Demo Kejari

Kata Gandi, pihaknya terus memantau kondisi kehamilan Desri dengan menugaskan perawat lapas. Pasalnya pihaknya tidak bisa main-main dalam menangani Desri dan harus diberikan perhatian khusus agar kandungannya tetap baik-baik saja.

“Kami terus memberikan perhatian khusus terhadap Desri, karena dia dalam keadaan hamil. Dan terus mengontrol kondisi kandungannya dengan ditangani oleh perawat,” ungkapnya.

Desri Amelia dan Erwanty sendiri merupakan dua perawat di ruang anak yang ditetapkan bersalah oleh Pengadilan Negeri Meulaboh, atas kasus salah suntik terhadap dua orang anak yakni Alfareza (13), warga Desa Pante Ceureumen, Kecamatan Pantee Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat serta Asrul Amilin, (15) warga Desa Pasie Teube, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya.

Kejadian salah suntik itu membuat dua anak di bawah umur itu meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi 28 Oktober 2018.

Komentar

Loading...