Unduh Aplikasi

Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Ditangkap

Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Ditangkap
BANDA ACEH - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menangkap pelaku perdagangan kulit harimau Sumatera di kawasan Cot Gapu, Kabupaten Bireun pada Kamis (17/3) lalu.

Pelaku berinisial AS warga Aceh Besar ditangkap petugas saat sedang melakukan transaksi penjualan kulit harimau dengan petugas yang sedang menyamar. Sementara satu pelaku lainnya berinisial M warga Aceh Tengah berhasil melarikan diri.

Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Reskrimsus Polda Aceh, AKBP Mirwazi menyebutkan kedua pelaku tersebut sudah menjadi target pengejaran petugas. Di mana berdasarkan informasi dari masyarakat pelaku akan menjual kulit satwa liar yang dilindungi.

"Untuk menangkap pelaku, kita lakukan penyamaran dengan cara pura-pura jadi pembeli, disitulah langsung kita tangkap," katanya saat konferensi pers, Senin (21/3) di Mapolda Aceh.

Dikatakannya, dari pengakuan tersangka, dua lembar kulit harimau yang akan dijual tersebut merupakan milik M yang saat ini masih DPO.

"Kulit harimau tersebut milik M yang saat ini sedang kita cari, sementara AS sebagai agen penjualan yang bertugas menjadi calon pembeli," ujarnya.

Ia juga menyebutkan pelaku M berpofesi sebagai petani juga pernah terlibat dalam kasus yang sama pada 2014 lalu. "Dia (M) pernah kita tangkap dalam kasus yang sama, di Aceh tengah dua tahun lalu," katanya.

Harimau yang ditangkap tersangka diperkirakan masih berumur 5 hingga 10 tahun yang didapatkan di hutan Aceh Tengah.

"Kulit harimau dan tulangnya akan dijual oleh pelaku seharga Rp 100 juta," ujarnya.

Sementara kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Genman S. Hasibuan menyebutkan kasus penjualan kulit satwa liar dilindungi ini merupakan kasus pertama pada tahun 2016.

"Sepanjang tahun 2014 ada 15 kasus penjualan satwa liar dilindungi, sedangakan 2015 terdapat 10 kasus," jelasnya.

Ia juga menyebutkan populasi hewan dilindungi seperti harimau sumatera semakin punah. Di mana saat ini terdapat 150 harimau yang ada di pegunungan di Aceh.

"Jika tidak dilakukan observasi dikhawatirkan populasi hewan dilindungsi semakin punah," jelasnya.

Dari penangkapan tersebut petuga mengamankan barang bukti berupa dua kulit harimau Sumetera serta tulang harimau Sumatera yang siap dijual. Atas perbuatan tersebut pelaku terancam hukuman 5 tahun penjara dan dengan Rp 100 juta.

Komentar

Loading...