Unduh Aplikasi

Pelaku Pembunuhan Sadis di Gampong Mulia Terancam Hukuman Mati

Pelaku Pembunuhan Sadis di Gampong Mulia Terancam Hukuman Mati
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul dan Kapolresta Banda Aceh AKBP Trisno memperlihatkan barang bukti pelaku pembunuhan. Foto: Tommy

BANDA ACEH - Hukuman berat menanti terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Gampong Mulia Banda Aceh. RI warga Aceh Jaya terancam hukuman mati atau paling rendah seumur hidup.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar mengatakan meski tersangka tidak secara berencana melakukan pembunuhan terhadap keluarga Tjie Sun alias Asun. Warga Aceh Jaya itu akan dikenakan pasal berlapis.

"Tersangka bakal kena pasal berlapis diantaranya pasal tentang pembunuhan, pencurian, dan tentang perlindungan anak. Karena yang bersangkutan menghabisi nyawa Callietos (8), yang tak lain anak Asun," kata Kabid Humas didampingi Kapolresta Banda Aceh AKBP Trisno Riyanto, Selasa (16/1).

Dari pengakuannya, kata Kombes Misbahul, pelaku membunuh korban karena sakit hati, ia kerap di marahi oleh Asun yang tak lain bos tempatnya bekerja.

"Motifnya sakit hati, tidak ada yang lain. Pelaku baru tiga bulan bekerja sebagai sopir box yang membawa barang-barang yang ada di rumah korban," ujarnya.

Dalam melakukan aksinya, lanjut Kombes Misbahul korban bernama Asun pertama kali dipukul menggunakan balok, setelah korban jatuh, pelaku mengambil pisau di dapur dan menghabisinya.

Baca: Ungkapan Kesedihan Orang Tua Pelaku Pembunuhan di Gampong Mulia

Setelah itu, kata Misbahul korban pergi ke ruangan lain, dimana istri Asun bernama Minarni (40) baru selesai mandi dan saat itu juga dihabisi dengan pisau yang sama.

"Korban sempat memotong baju korban yang dikenakan, pelaku berniat memperkosa, namun tidak jadi," ucap Misbahul.

Sementara Callietos (8) anak Asun yang saat itu berada dilantai dua turun ke bawah dan melihat pelaku membunuh ibunya. Karena bersangkutan berteriak, pelaku pun menghabisi nyawa Callietos.

Dari pemeriksaan penyidik, kata Kombes Misbahul, pelaku membunuh korban tidak dalam pengaruh narkoba, melainkan murni dendam terhadap korban.

"Kami sudah tes, tidak ditemukan pengunaan narkoba melainkan murni dendam karena sakit hati terhadap korban," ujarnya.

Pelaku juga mengambil barang milik korban berupa uang tunai senilai Rp 14 juta, tiga unit telepon gengam, iPad, serta satu unit sepeda motor yang ditemukan di Aceh Barat.

"Tersangka saat ini masih kami periksa, sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan," ungkap Kabid Humas Polda Aceh.

Komentar

Loading...