Unduh Aplikasi

Pelaku Pembunuhan dan Perkosaan Perempuan Paruh Baya di Pidie Ditangkap

Pelaku Pembunuhan dan Perkosaan Perempuan Paruh Baya di Pidie Ditangkap
Pelaku digiring oleh petugas kepolisian. Foto: AJNN/Salman

PIDIE - Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pidie berhasil meringkus seorang pelaku tindak pidana pemerkosaan dan penganiyaan terhadap perempuan paruh baya, Zubaidah (58), warga Gampong Mesjid Runtoh, Kecamatan Pidie hingga menyebabkan korban meninggal dunia di rumahnya.

Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian didampingi Kasat Reskrim AKP Ferdian Chandra kepada AJNN, Kamis (14/1) mengatakan, penangkapan tersangka berinisial AR (39) di jalan umum Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli, pada Rabu (13/1) sekitar pukul 01.30 WIB setelah melakukan penyelidikan. 

"Setelah kami interogasi, tersangka mengakui telah melakukan tindak pidana pemerkosaan yang mengakibatkan kematian terhadap korban Zubaidah," ujarnya. 

Dalam melakukan aksi bejatnya, pelaku berpura-pura mencari barang bekas pada malam hari dengan menggunakan becak, pelaku masuk ke dalam rumah korban melalui dinding rumah, kemudian melihat dan mendekati korban yang sedang tertidur di kamarnya tanpa ada lampu penerang.

Baca: Diduga Korban Pembunuhan, Warga Pidie Ditemukan Meninggal di Rumahnya

Korban terkejut melihat pelaku, setelah itu pelaku langsung melakukan tindak pidana pemerkosaan, korban sempat berteriak meminta pertolongan, namun pelaku menyumpal mulut korban dengan secarik kain. Tak hanya itu, pelaku juga mengikat kedua tangan korban ke belakang dengan menggunakan celana panjang korban. 

Usai melampiaskan nafsu birahi terhadap korban, pelaku meninggalkan koban dalam kondisi kedua tangannya masih terikat. 

"Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia terbaring di lantai kamar rumahnya," ujarnya. 

Saat ini, pelaku tindak pidana pemerkosaan dan penganiyaan terhadap korban Zubaidah telah diamankan di Mapolres Pidie serta mengamankan beberapa barang bukti guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

"Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal Pasal 291 KUHP Subs Pasal 285 KUHP Jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan ditambah sepertiga," kata Zulhir Destrian. 

Komentar

Loading...