Unduh Aplikasi

Pelaku Pasar Modal di Aceh Melonjak Tajam

Pelaku Pasar Modal di Aceh Melonjak Tajam
Kepala Kantor IDX Provinsi Aceh, Tasrif Nurhadi
MEULABOH - Pertumbuhan pelaku pasar modal di Aceh melonjak tajam sejak empat tahun terakhir. Jika tahun 2012 peminat pasar modal hanya sekitar 250 orang kini telah mencapai 3.200 orang pelaku pasar modal.

Kepala Kantor IDX Provinsi Aceh, Tasrif Nurhadi kepada wartawan, Rabu (23/3) mengatakan besarnya pertumbuhan tersebut disebabkan oleh pemahaman masyarakat terkait dengan pasar modal semakin tinggi.

“Dengan peningkatannya pasar modal ini aset yang dikelola oleh Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia Provinsi Aceh mencapai Rp 350 miliar. Perharinya mencapai lima miliar, secara over all seluruh indonesia perharinya itu mencapai 6 triliun,”sebutnya.

Meski demikian jika dibandingkan dengan daerah lain minat masyarakat Aceh mengakses pasar modal masih kecil, Sehingga ini menjadi tantangan bagi pihak IDX dalam memperkenalkan sistem jual beli saham sebagai investasi masa depan.

Hingga saat ini, kata dia, untuk peminat saham lebih besar dari pada reksadana yang dapat dibeli secara langsung di Bank-Bank scruritas yang ada.

Menurutnya,saat ini IDX lebih mendorong masyarakat untuk berinvestasi melalui saham dibandingkan reksadana, pasalnya setiap orang yang berinvestasi melalui saham maka secara otomatis ia menjadi bagian dari pemilik perusahaan tersebut.

“Kalau saham disebut dengan penyertaan modal jadi secara otomatis ia menjadi bagian pemilik perusahaan tersebut. Jadi masyarakat Aceh bisa memiliki perusahaan-perusahaan yang berprospek di Indonesia,”kata dia.

Dengan ikutnya masyarakat pada penyertaan modal di perusahaan-perusahaan yang dianggap memiliki prospek besar, maka selain memiliki perusahaan tersebut juga bisa menikmati hasil atau keuntungan dari perusahaan tersebut.

Saat ini, pemerintah juga terus mendorong masyarakat Indonesia untuk berinvestasi dengan cara jual beli saham di Bursa Efek Indonesia. Cara pemerintah melakukan pendekatan saat ini menurutnya dengan cara meluncurkan program “Yuk Nabung Saham”.

Pola ini,kata dia, untuk merubah mindset masyarakat dari menabung di bank manjadi investor saham sehingga bisa merasakan keuntungan melalui kepemilikan aset yang terus bertumbuh.

Untuk Aceh,kata dia, masyarakat lebih meminati pembelian saham bagi perusahaan yang bergerak di bidang insfrastruktur, perbankan dan konsumer atau perusahaan yang menerbitkan berbagai jenis produk siap pakai.

Komentar

Loading...