Unduh Aplikasi

Pelajar MIN meninggal terseret arus sungai di Aceh Timur

Pelajar MIN meninggal terseret arus sungai di Aceh Timur
Arus sungai, Foto:mascipol.org
ACEH TIMUR-Seorang bocah dilaporkan hilang diseret arus banjir, warga di Desa Krueng Kecamatan Peudawa Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Hilang nya bocah malang ini sedang asyik berenang bersama rekan-rekan sebayanya di pinggir alur desa

Bocah malang ini baru duduk di Bangku kelas 2 Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Peudawa Rayeuk, Aceh Timur, ditelan derasnya arus banjir yang melanda kawasan itu.

Informasi yang diperoleh AJNN dari berbagai sumber, Rabu (24/12) di rumah duka menyebutkan, korban bernama Jamaluddin (9) anak dari Abdurrahman.

Saat kejadian, korban sedang bermain air di tepi alur dekat rumahnya. Namun derasnya air menyeret Jamaluddin dalam sejekjap

Abdullah (40) Saksi mata kepada AJNN Rabu (24/12) menyebutkan korban sempat dilihat mengapung dua kali sabil dibawa arus alur, tapi dalam sekejab mata korban menghilang dibawa arus.

Sementara itu Kepala Desa Meunasah Krueng, Iswandi kepada AJNN menjelaskan kejadian nahas itu sekira pukul 12:00 Wib.

"Saat itu Anak-anak kecil sedang asyik menikmati banyak luapan air banjir, yang melanda desa ini," jelas Iswandi.

Dikatakannya, disaat teman-teman korban pulang dari alur tersebut, korban tidak ikut bersama teman-temannya, warga sempat melihat bocah malang itu sedang berenang sendiri.

"Menjelang sore hari, korban belum juga kunjung pulang, sehingga orang tua korban menjadi cemas, medapat kabar dari warga bahwa anak nya itu berenang di alur,orang tua korban bergegas mencari korban ke tempat dimana sebelumnya korban berenang. Namun setiba ditempat korban sudah tidak ada, dan dinyatakan hilang diseret arus,"katanya.

Korban ditemukan setelah tim pencarian yang tergabung dari TNI/ Polri, beserta tim SAR Aceh Timur, berkerja sama dengan Pos SAR Kota Langsa, dibantu masyarakat setempat, sekira pukul 22:00 Wib, bocah malang itu ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kini korban sudah dibawa pulang kerumah duka, di Desa Meunasah Krueng, isaktagis keluaga korbanpun tak terbendung sambil mengisahkan prilaku korban semasa hidupnya.

"Kami tak menduga kehidupan Jamaluddin berakhir saat banjir melanda Aceh Timur, sehari-hari ia dikenal sebagai pendian, hanya bicara seperlunya saja "kisah keluarga korban.

ISTANJOENG

Komentar

Loading...