Unduh Aplikasi

Pekerja Pembangunan Jalan Layang Temukan Meriam Peninggalan Belanda

Pekerja Pembangunan Jalan Layang Temukan Meriam Peninggalan Belanda
Meriam yang diduga sebagai peninggalan Belanda. Foto: Tommy

BANDA ACEH - Sebuah meriam kuno ditemukan saat pengalian pengerjaan pembangunan jalan layang di kawasan Lamseupeung, Banda Aceh. Benda itu diperkirakan peninggalan masa penjajahan Belanda.

Meriam kuno itu memiliki panjang 2 meter berdiameter 30 sentimeter. Pekerja yang menemukan segera memboyongnya ke rumah sejarawan Aceh dan kolektor benda pusaka Aceh, Haruen Keuchik Leumik.

Harun Keuchik Leumik mengatakan meriam bekas penjajahan Belanda itu ditemukan pada 2 Oktober 2016 oleh pekerja proyek saat penggalian pondasi jalan layang. Tertanam sekitar tiga meter.

"Saat ditemukan itu, langsung saya suruh letakkan di rumah biar peninggalan sejarah itu tidak hilang," kata Harun, Jumat (4/11). "Saya perkirakan meriam itu berasal dari akhir 1890 dan 1895 pada masa penjajahan Belanda. Setelah saya bersihkan tulisan di meriam tersebut sudah tak tampak lagi akibat terkelupas."

Meriam kuno yang diperkirakan berusia 125 tahun itu. Saat ditemukan sekujur tubuhnya berkarat. Moncong meriam itu juga pecah.

Kepala Kepolisian Resor Banda Aceh Komisaris Besar T Saladin dan tim gegana Kepolisian Daerah Aceh juga datang untuk memastikan keberadaan meriam tersebut. "Saya kira ditemukan mortir bekas konflik, makanya saya suruh gegana untuk memeriksa. Ternyata itu meriam kuno."

Komentar

Loading...