Unduh Aplikasi

Pekan Kebudayaan Aceh Barat Bertujuan Menjaga Kearifan Lokal

Pekan Kebudayaan Aceh Barat Bertujuan Menjaga Kearifan Lokal
Tarian pembukaan PKAB 2016.
ACEH BARAT - Bupati Aceh Barat Teuku Alaidinsyah didampingi staf ahli Keistimewaan dan kebudayaan Gubernur Aceh Helfizar, dan Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Aceh Reza Fahlevi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Said Rasul, serta unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Aceh Barat secara resmi membuka Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) tahun 2016. Pembukaan PKAB yang ke-2 tersebut berlangsung pada Senin, (22/8) di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh disaksikan oleh ribuan warga Aceh Barat.

Haji Tito--sapaan Teuku Alaidinsyah--mengatakan kegiatan pekan kebudayaan itu dilaksanakan untuk menjaga kearifan budaya Aceh Barat agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman, serta mencegah kabupaten berjuluk Bumi Teuku Umar itu dari pengaruh budaya luar.

"Pekan kebudayaan ini juga bukan sekedar rekreasi, akan tetapi dengan kegiatan ini banyak ilmu pengetahuan dan wawasan yang dapat digali tentang budaya yang ada di masyarakat Aceh Barat," kata Haji Tito.

Haji Tito menambahkan, dengan kegiatan PKAB itu juga mampu menjadi motivasi bagi masyarakat Aceh Barat dalam melestarikan adat dan budayanya, sehingga tidak tergerus ditelan zaman.

Untuk terus memelihara kegiatan adat dan budaya Aceh Barat, kata Tito, pemerintah setempat telah merumuskan setiap potensi dari sektor kepemudaan, perempuan dan kelembagaan adat, seni budaya menjadi salah satu misi yang mampu diperkuat menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengan Daearah (RPJMD) 2012- 2017.

"Acara ini digelar pada bulan Agustus, juga momentum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 71, sekaliguas HUT kota Meulaboh yang ke 428 tahun," ungkapnya.

Menurutnya PKAB yang dilaksanakan saat ini pada masa lalu dinamakan piasan raya yang digagas oleh pendahulu yang kini telah bermetamorfosis menjadi Pekan Kebudayaan.

Alaidinsyah mengharapkan PKAB dapat menjadi etalase dan representasi bagi dunia dalam memperkenalkan budaya- budaya lokal Aceh Barat.

"Pada tahun 2014 yang lalu, kami telah sukses melaksanakan agenda yang sama, dan hari ini, menjadi bukti bahwa momen yang sangat berharga ini dapat kita hadirkan kembali sebagai salah satu wahana interaksi seluruh masyarakat yang dikemas dalam nuansa keramaian rakyat bertajuk pekan kebudayaan dan pameran pembangunan," kata Haji Tito.

Komentar

Loading...