Unduh Aplikasi

Pekan Depan Penyidik Gelar Perkara Kasus Pelecehan Pasien RSUDZA

Pekan Depan Penyidik Gelar Perkara Kasus Pelecehan Pasien RSUDZA
Foto: Net

BANDA ACEH - Penyidik Direktorat Reserse Krimunal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh, segera menggelar perkara dugaan pelecehan terhadap pasien Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA). Gelar perkara atau yang lazim disebut ekspose, dijadwalkan dilakukan pekan depan, untuk memastikan layak tidaknya kasus tersebut dilanjutkan ke penyidikan.

"Eksposenya dijadwalkan minggu depan, penyelidikan sudah dilakukan makannya kami lakukan ekspose untuk memastikan layak tidaknya kasus ini ditingkatkan ke penyidikan," kata Direktur Reserse Kriminal Polda Aceh Kombes Sumarso melalui Kasubdit I, AKBP Welly Abdillah, Sabtu (21/10).

Menurut Welly, sejak dilaporkan 9 Oktober lalu, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terutama pegawai RSUDZA yang bertugas di kamar pemulihan pasca operasi atau tempat tindakan pelecehan diduga terjadi. Tak hanya itu, penyidik juga telah memeriksa rekaman kamera pengintai (CCTV) yang berada disekitar ruangan.

"Ada rekaman CCTV yang juga sudah kami periksa. Tapi bukan CCTV di ruangan tempat dugaan pelecehan terjadi, karena itu areal privasi sehingga tidak terpasang CCTV. Yang ada di koridornya menuju ruangan," kata mantan Wakapolres Aceh Besar itu.

Baca: Polisi Mulai Usut Dugaan Pelecehan Terhadap Pasien RSUDZA

Menurut Welly, rekaman tersebut diharap dapat menjadi titik terang untuk membuktikan ada tidaknya tindakan pelecehan, disamping bukti dari kesaksian korban dan saksi-saksi lainnya. Dikatakan polisi juga telah memeriksa gadis berusia 17 tahun yang menjadi korban pelecehan.

"Korbannya juga sudah kami periksa Kamis (19 Oktober) kemarin dengan didampingi orang tuannya. Jadi tinggal gelar perkarannya," kata Welly.

Sementara itu Founder Children Cancer Care Community (C-Four) Banda Aceh, Ratna Eliza berharap kepolisian tidak hanya mengusut kebenaran ada tidaknya peristiwa pelecehan. Lebih dari itu, polisi juga diminta mengusut siapa pelaku sesungguhnya dalam peristiwa yang dinilai memperburuk citra rumah sakit plat merah tersebut.

"Karena yang kami tahu selama ini untuk masuk ke ruang pemulihan itu cukup susah. Bagaimana mungkin seorang clening service (CS) bisa melakukan tindakan tersebut. Kalaupun itu terjadi tentu akibat adannya kelalaian petugas sehingga pelaku dengan leluasa masuk," kata Ratna Eliza.

Seperti diberitakan, RI ibu kandung korban, melaporkan dugaan tindakn pelecehan seksual yang menimpa anaknya seusai menjalani operasi telinga di RSUDZA. Dalam laporan bernomor LP/117/X/2-17/SPKT, RI menyebut, tindakan terjadi 5 Oktober 2017 diruang pemulihan paska korban menjalani operasi, sekira pukul 14.00 Wib.

Saat itu pelaku yang diduga petugas CS masuk ke ruang tempat korban dirawat dan memegang wilayah pribadi korban yang masih dalam pengaruh obat bius usai karena usai menjalani operasi. Korban yang telah kondisi setengah sadar hanya mengenali pelaku (SR) dengan ciri mengenakan baju hijau dan mengenakan masker, masuk ke dan berpura-pura memperbaiki selang infus di tubuh korban.

Tindakan tersebut sempat dilakukan pelaku dua kali sebelum akhirnya korban terbatuk karena berupaya melawan.

Komentar

Loading...