Unduh Aplikasi

Pekan Depan, Lhokseumawe Terapkan Belajar Mengajar Tatap Muka

Pekan Depan, Lhokseumawe Terapkan Belajar Mengajar Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan Lhokseumawe, Ibrahim. Foto:AJNN/ Sarina

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pendidikan setempat akan melangsungkan proses belajar mengajar secara tatap muka pada 10 November 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe, Ibrahim kepada AJNN mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dan berkomitmen untuk berlangsungnya proses belajar mengajar secara tatap muka, dan diberi wewenang kepada setiap sekolah SD, SMP sederajat di Lhokseumawe bagi yang sudah siap akan dilangsungkan pada 10 November 2020.

“Pada dasarnya itu merupakan intruksi Wali Kota Lhokseumawe yang sudah kita peroleh, dan sesuai dengan rujukan Perwal nomor 44 tahun 2020, sepakat dilaksanakan sekolah secara tatap muka dengan mengikuti Protokuler Covid-19,” kata Ibrahim, Jumat (6/11).

Sambung Ibrahim, pihaknya juga memberikan peringatakan kepada semua sekolah, jika memang belum siap untuk melangsungkan proses belajar mengajar secara tatap muka, maka tidak dipaksakan. Karena setiap sekolah harus sigap bisa mematuhi Protokol Covid-19.

“Bagi sekolah yang sudah siap harus menyediakan masker untuk siswa, jaga jarak tempat duduk 1.5 meter, menyediakan wastafel, dan siswa diharuskan bawa bekal tidak dibolehkan jajan di luar terlebih dulu,” ujarnya.

Kata Ibrahim, untuk Kurikulum 13 selama ini diterapkan tidak bisa dijalankan sepenuhnya, karena jam belajar disingkat, serta mata pelajaran juga dikurangi tidak seperti biasanya. Selain itu dalam satu kelas juga dibuat bentuk sift.

“Di sekolah nanti juga akan disiagakan tim Gugus Covid-19. Karena selama ini masyarakat sangat berharap proses belajar mengajar bisa dilangsungkan, disebabkan pembelajaran secara daring dan luring kurang efektif, orang tua siswa juga sudah menandatangai surat persetujuan dengan disertakan materai,” jelasnya.

Pihaknya berharap kepada orang tua, masyarakat dan stakeholder agar terus mendukung berjalannya proses belajar mengajar secara tatap muka.

“Jika terus belajar daring maka akan menimbulkan efek negatif untuk siswa, bukannya mereka belajar malahan lalai dengan game dan lainnya,” tuturnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Lhokseumawe, Sri Aryati kepada AJNN mengatakan, pihaknya sudah siap untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka, mengingat karakter siswa tidak bisa dibentuk kalau belajar daring terus berlangsung.

“Guru menginginkan sentuhan jiwa secara langsung kepada siswa untuk membentuk karakternya,” kata Sri.

Sri menambahkan, pihaknya juga sudah mempersiapka area wajib masker serta menyediakan masker kepada siswa, wastafel, sarana sanitasi kebersihan, menambahkan tower air dan sumur bor untuk penyediaan air bersih.

“Alhamdulillah, respon orangtua murid setelah kita surati, 90 persen setuju untuk melangsungkan proses belajar mengajar secara tatap muka kembali,” imbuhnya.

Komentar

Loading...