Unduh Aplikasi

Pegawai KIP Pijay Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Pegawai KIP Pijay Diduga Jadi Korban Pembunuhan
Petugas mengevakuasi jenazah pegawai KIP Pijay ditemukan meninggal dunia di Krueng Meureudu. Foto: Ist

PIDIE JAYA - Kematian salah seorang pegawai Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya, Hery bin Rusli beberapa waktu lalu di Lhok Broek Krueng Meureudu, menimbulkan kecurigaan dari keluarga korban, pihak keluarga menduga kematian saudaranya itu bukan karena tenggelam, melainkan dibunuh. 

"Kami mendesak pihak kepolisisan untuk mengusut tuntas kasus kematian adik kami. Karena kami menduga kuat kematian adik kami bukan tenggelam, melainkan dibunuh dengan sengaja," kata abang ipar Hery, Junaidi T Agafar kepada AJNN melalui seluler, Senin (10/6).

Junaidi menjelaskan, berdasarkan fakta saat dilakukan evakuasi, ditemukan bercak darah pada batu dinding batu di seputar lokasi. Selain itu, pada kepala korban juga terdapat bekas luka akibat hantaman benda tumpul.

Junaidi melanjutkan, di bagian leher korban juga terdapat seperti ikatan tali, kemudian dibagian perut juga terdapat memar seperti sengatan listrik. 

"Dari mata dan mulut korban juga mengeluarkan darah. Kami sangat tidak terima adik kami meninggal seperti ini. Kami mendesak pihak kepolisisan untuk secepatnya mengungkapkan kasus kematian adik kami," pintanya. 

Alasan lain pihak keluarga tidak terima dengan kematian Hery, lanjut Junaidi, Hery yang hilang pada Kamis 16 Mei 2019 sekitar pukul 20.30 WIB, pihak keluarga tidak mendapatkan kabar apapun dari rekan-rekan Hery. Pihak keluarga Hery baru mengetahui esoknya sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca: Pegawai KIP Pijay Hilang Saat Cari Ikan di Krueng Meureudu 

"Kami baru mendapat kabar paginya, itupun setelah kami menghubungi salah seorang rekan almarhum," jelasnya. 

Yang lebih meyakinkan lagi adiknya bukan mati karena tenggelam adalah, pernyataan doktor saat dilakukan otopsi di Banda Aceh. Yang mana dalam keterangan doktor, Hery bukan mati karena tenggelam. 

"Keterangan dokter di Banda Aceh, adik kami bukan meninggal karena tenggelam dalam air, dua jam lebih setelah meninggal korban baru tenggelam, itu keterangan dokter di Banda Aceh," jelasnya.

Bahkan, kata Junaidi, saat jenazah korban dimandikan, juga tidak ada air dalam perut dan leher korban

"Kalau orang meninggal karena tenggelamkan pasti masuk air ke perut ataupun leher. Ini adalah alasan paling kuat dugaan kami bahwa adik kami dibunuh," terang Junaidi yang berharap pihak kepolisian menjadikan keterangan doktor tersebut sebagai pintu masuk untuk mengungkapkan misteri meninggalnya Hery. 

Sementara itu, Kapolres Pidie, AKBP, Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi kepada wartawan mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih menunggu hasil otopsi dari RSUDZA Banda Aceh. 

"Pihak keluarga juga perlu melaporkan secara resmi kembali kepada penyidik atas temuan fakta-fakta yang menurut pihak keluarga," harap AKP Mahliadi. 

Komentar

Loading...