Unduh Aplikasi

Pedagang Menagih Janji Lapak Pemko Lhokseumawe

Pedagang Menagih Janji Lapak Pemko Lhokseumawe
Pedagang di Pasar Sayur Lhokseumawe memprotes kebijakan pemerintah setempat. Foto: Safrizal
LHOKSEUMAWE - Puluhan pedagang yang puluhan tahun berjualan di sekitar Pasar Sayur Pusong Baru, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, menagih janji Pemerintah Kota Lhokseumawe. Hingga saat ini, mereka belum juga mendapatkan tempat berjualan layak, seperti yang dijanjikan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi Kota Lhokseumawe.

Ratusan pedagang ini semakin terancam kehidupannya karena pemerintah malah membongkar lapak yang mereka duduki bertahun-tahun. Sementara di dalam pasar sayur, lapak yang dijanjikan kepada pedagang malah diberikan kepada pedagang baru.

“Kami tak tahu Saat ini kami tidak tau harus berjualan dimana lagi. Semua kios kami sudah dibongkar dan diangkut oleh Satpol PP. Seluruh lapak yang berada di dalam Pasar Sayur Blok C ditempati oleh pedagang. Mereka bahkan tak pernah berjualan di sini sebelumnya,” kata Andriyani, seorang pedagang, Kamis (31/3).

Mereka mendesak pemerintah berlaku adil dan memberikan perhatian kepada para pedagang yang sejak lama berusaha di daerah itu. Jika hal ini tidak dilakukan, para nyak-nyak itu akan berunjuk rasa ke kantor Wali Kota Lhokseumawe.

“Kami perlu berjumpa dengan wali kota dan menanyakan nasib kami setelah digusur. Kami tidak keberatan dipindahkan. Tapi jangan digusur,” kata Murniati, pedagang lainnya.

Murniati mengatakan di pasar inilah mereka mencari rezeki untuk menghidupi keluarga. Sebelumnya, para pedagang menuding Kepala Disperindagkop menjual lapak itu kepada pedagang lain dengan harga Rp 20 juta sampai Rp 30 juta.

Baca: Kepala Dinas Perindagkop Diduga Jual Lapak kepada Pedagang

Karena tak memiliki uang lebih untuk menyewa lapak, Murniati dan rekan-rekan lain terpaksa berjualan di kaki lima, di depan pasar sayur itu. Sayang, kemarin lapak itu dibongkar petugas karena dianggap liar dan memacetkan lalu lintas.

Komentar

Loading...