Unduh Aplikasi

Pedagang Aceh Barat Tolak Kehadiran Indomaret

Pedagang Aceh Barat Tolak Kehadiran Indomaret
Foto: Net
ACEH BARAT - Masuknya sejumlah gerai Indomaret di Aceh Barat membuat pedagang lokal terus merugi. Pasalnya kehadiran Indomaret telah membuat omset toko-toko kelontong menurun.

Salah seorang pedagang kelontong di Meulaboh, Edi usbayani (34) kepada AJNN, Rabu (2/11) mengatakan, selama kehadiran gerai itu telah membuat omsetnya terus menurun dari sebelumnya. Jika selama ini sehari berhasil memperoleh Rp 9 juta kini hanya Rp 6 juta.

Menurunnya omset para pedagang, kata Edi, karena Indomaret menjual barang dengan harga promo dengan sistem discount atau potongan harga.

"Apalagi, banyak barang yang mereka (Indomaret) jual dari label group sendiri, seperti mie instant sehingga harga terkadang lebih murah," jelas Edi.

Edi menambahkan, gerai Indomaret milik group Indomarco Prismatama itu mulai melakukan ekspansi di Meulaboh pertengahan tahun 2015 lalu dengan jumlah gerai sebanyak tiga unit. Namun, dalam waktu singkat gerai itu berhasil memangkas penghasilan pedagang kelontong lokal.

Melihat persoalan itu, dirinya selaku Sekretaris Ikatan Pedagang dan Distributor Retail Aceh Barat menolak kehadiran perusahaan lokal itu lebih banyak di Aceh Barat.

"Sudah cukup 3 gerai Indomaret di Meulaboh, jangan ditambah lagi," harapnya.

Edi mengaku khawati dengan bertambahnya gerai model francise itu, sehingga pedagang lokal akan terus merugi dan berdampak pada pengurangan jumlah pekerja, sehingga akan pengangguran akan terus bertambah.

"Bahkan bisa saja pedagang lokal tutup tokonya karena tidak mampu lagi memasukan barang ditoko," jelasnya.

Untuk itu, pedagang lokal telah pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk tidak memberikan izin baru bagi gerai franchise.

"Jangan diberikan izin lagi, sudah cukup 3 saja," tegasnya.
Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...