Unduh Aplikasi

Pecah Belah Partai Golkar Dibukukan

BANDA ACEH - Kisruh Partai Golkar kini dituangkan dalam buku berjudul "Pecah Belah Partai Golkar" yang ditulis Andi Harianto Sinulingga dalam perspektik orang dalam.

Buku tersebut menceritakan perjalanan dan dinamika Partai Golkar Pasca Orde baru.

Andi Harianto kepada AJNN mengatakan buku itu ditulis untuk memudahkan banyak orang khusunya para pemerhati tentang kepartaian dan pelaku, bahwa apa yang terjadi di Partai Golkar itu bisa dibaca khalayak luas.

"Saya sebagai orang dalam tentu menggambarkan itu, dan meberikan tawaran-tawaran untuk Golkar ke depan," katanya saat ditemui AJNN di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Senin (05/10) malam.

Menurutnya, konflik di Partai Golkar adalah sebuah keniscayaan yang memang harus dilewati prosesnya, menjadi penguatan kelembagaan partai, atau bagian dari proses pendewasaan demokrasi di Indonesia melalui partai politik.

"Saya meyakini dalam konflik ini ada harapan kalau seandainya Golkar bisa keluar dari turbulensi itu, kemudian menentukan pilihan bahwa demokrasi sebuah keniscayaan, dengan memilih demokrasi sebuah keniscayaan maka oligarki tidak boleh ada di partai," katanya.

Kalau kemudian penguatan kelembagaan partai menjadi sebuah pilihan oleh Partai Golkar, kata dia, personifikasi atau orientasi kepada figur menjadi tidak penting. Jika golkar mampu melewati itu maka Golkar akan menjadi institusi politik selangkah atau dua langkah lebih maju dari partai-partai lain di Indonesia.

"Partai-Partai lain juga belum melakukan penguatan kelembagaan, masih saja mengandalkan kepada figur, cohtoh saja PDI-P, Gerindra, Demokrat, dan kalau figur itu tidak ada saya meyakini akan terjadi konflik," katanya.

Andi menyebutkan, tawaran untuk Golakar adalah instutusionalisasi menjadi keharusan yang harus dikelola terus menerus. Sumber rujukannya bisa mengacu pada paradigma yang digagas oleh Akbar Tanjung.

"Tapi perlu penyempurnaan-penyempurnaan, dan yang kedua Golkar tidak boleh menolak demokrasi, karena jika menolak demokrasi maka Golkar akan menjadi dinosaurus, pernah eksis di zamannya, dan akhirnya tenggelam, karena dinosaurus itu tidak mampu beradaptasi di lingkungan eksternal," jelas Andi.

Untuk menyatukan kembali Golkar, menurut Andi harus ada keinginan dari kedua kubu. Sebenarnya Golkar sudah menunjukan itu, kalau PPP tidak bisa islah ketika Pilkada, tapi bisa di Golkar.

Apa yang terjadi di Partai belambang beringin itu merupakan ujian untuk terus berbenah menjadi partai yang lebih maju di masa yang akan datang.

"Proses penyempurnaan partai politik itu harus didorong terus, saya yakin pasti akan selesai konflik partai Golkar ini, dalam buku saya, saya rekomendasikan penyelesaian konflik golkar harus dengan Munas lagi pada 2016 mendatang, di situlah ditentukan siapa yang layak memimpin Golkar," katanya.

Dan ia berharap Aburizal Bakri dan Agung Laksono nantinya cukup di dewan penasehat dan dewan pertimbangan saja, mendorong terhadap proses regenarasi partai.

(NAZAR AHADI)
IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...