Unduh Aplikasi

BANTAH DUKUNG MUALEM

PDIP: Banteng Tak Mungkin Jatuh Lubang yang Sama

PDIP: Banteng Tak Mungkin Jatuh Lubang yang Sama
Ketua PDIP Aceh, Karimun Usman. Foto: Hendra Keumala.
BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD-PDIP) Aceh Karimun Usman, membantah partainya telah memberikan dukungan kepada Muzakir Manaf untuk naik sebagai calon Gubernur Aceh pada Pemilihan Kepala Daerah 2017. Menurutnya, partai yang dipimpin oleh Megawati itu tidak ingin jatuh ke lubang yang sama.

Dikatakan Karimun, keberadaan Guruh Soekarno Putra bersama Mualem--sapaan Muzakir Manaf beberapa waktu lalu tidak pada posisi mendukung Mualem.  "Tapi, kalau pribadi Guruh mendukung silahkan saja, tapi kalau bilang PDIP Aceh mendukung Mualem itu tidak ada, saya bantah kalau PDIP Aceh dukung Mualem. Kami belum mendukung siapapun sampai sekarang. Apalagi mendukung Mualem yang sudah maki-maki PDIP,” kata Karimun Usman kepada AJNN, Banda Aceh, Jumat (18/3). "Kami di PDIP ada istilah keledai pun tidak mau jatuh ke lubang yang sama, apalagi Banteng.”

Karimun Usman mengaku, PDIP Aceh sangat banyak berjuang untuk memenangkan pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf pada pemilihan kepada daerah yang lalu. "Saat kampanye, saya juga ikut mengkampanyekan kepada masyarakat memilih Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf. Lima bulan sebelum pilkada, saya juga bawa Malek Mahmud, Zaini Abdullah, Zakaria Saman, Yahya Muad untuk berjumpa dengan Megawati dan Almarhum Taufik Kemas," jelasnya.

Kemudian, setelah delapan hari pasangan Zaini Abdullah dan Mualem menang dalam pilkada, dirinya kembali menfasilitasi Malek Mahmud, Zaini Abdullah, Mualem, Zakaria Saman, Yahya Muad, Abu Razak untuk berjumpa Megawati.

"Tapi setelah mereka menjabat sebagai pemimpin Aceh, tidak ada satu kertas pun ucapan rasa terimakasih. Selama ini selalu berbicara membela harkat dan martabat. Itu kan harus dimulai dari budi pekerti," ujarnya.

Karimun mengaku, saat melakukan kampanye terhadap pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, dirinya tidak pernah meminta sedikitpun uang minyak kepada mereka. Namun, ketika terpilih dan PDIP meminta audiensi dengan Pemerintah Aceh, tidak pernah diberikan waktu.

"Kami sudah kirimkan surat resmi untuk minta audiensi setelah saya terpilih kembali sebagai ketua PDIP Aceh pada april lalu, sementara Kodam dan lain-lain meluangkan waktu untuk kami," ujarnya.

Dirinya sangat kecewa dengan sikap Mualem yang telah berjanji akan berjuang untuk memenagkan dirinya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). "Tapi sepuluh hari sebelum pengumuman Pileg, Mualem malah menyatakan pilih PDIP, pilih Jokowi Haram di Aceh," ujarnya.

Apalagi, saat pemilihan presiden, Mualem juga menyampaikan kalau Jokowi-Jusuf Kalla menang, Aceh akan Jahannam dan Mualem akan naik gunung. "Artinya kalau sekarang Mualem undang anak Sukarno ke Aceh Selatan, ada apa?, sementara itu anak bapak Marhain. Kami sudah ditipu, kami sudah bekerja untuk memenangkan Mualem, tapi balasannya jangankan terimakasih, malah kami di maki-maki," tutur Karimun Usman.

Komentar

Loading...