Unduh Aplikasi

PDA: Beri Sanksi Tegas untuk Pemerintah Myanmar

PDA: Beri Sanksi Tegas untuk Pemerintah Myanmar
Pengungsi baru Rohingya menunggu memasuki kamp pengungsi sementara Kutupalang, di Cox Bazar Bangladesh, Rabu (30/8).(ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMMAD PONIR HOSSAIN)

BANDA ACEH - Ketua Umum Partai Daerah Aceh (PDA) Tgk Jamaluddin Thaib mendesak agar Pemerintah Indonesia ikut serta untuk membantu muslim Rohingya di Myanmar.

Menurutnya konflik itu tidak bisa dibiarkan terus berlanjut karena terlalu banyak yang sudah menjadi korban tindak kekerasan terhadap warga muslim Rohingya.

"Ini bukan hanya persoalan agama tapi juga persolan kemanusiaan," kata Jamaluddin kepada AJNN, Senin (4/9).

Jamaludin menambahkan ada amanat konstitusi yang harus laksanakan yaitu berperan serta dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Kami juga mendesak pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap Pemerintah Myanmar jika kekerasan di Rakhine terus berlanjut," ujar Jamaluddin.

Jamaluddin juga mengajak semua komponen masyarakat untuk membantu Muslim Rohingya yang ada di Myanmar baik secara moril dan materil sebagai bentuk Ukhuwah Islamiyah serta solidaritas atas nama kemanusiaan.

Menurutnya data resmi yang diakui militer dan Pemerintah Myanmar menyatakan, ada 399 orang yang tewas dalam seminggu ini, yaitu sebanyak 370 gerilyawan Rohingya, 13 aparat keamanan, dua pejabat pemerintah dan 14 warga sipil.

Tapi, data dari para aktivis di Rakhine menyebutkan, sekitar 130 orang termasuk wanita dan anak-anak Rohingya dibunuh dalam operasi militer. Pembantaian massal dilaporkan terjadi di Desa Chut Pyin, dekat Kota Rathedaung, Myanmar barat.

Sebagai bagian dari elemen partai politik lokal di Aceh, pihaknya mengutuk kekejaman serta kekerasan dan kekejaman di Rakhine.

"Kami berharap negara-negara Asean dunia International juga harus memberikan sanksi tegas terhadap pemerintahan Myanmar jika kekerasan serta kekejaman ini tidak dihentikan," ujar Tgk Jamaluddin.

Komentar

Loading...