Unduh Aplikasi

Patgulipat Perkara Tgk Jenggot

Patgulipat Perkara Tgk Jenggot
Ilustrasi: Shutterstock

LUAR biasa. Kata-kata itu harus disematkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Aceh. Dengan mengabaikan sejumlah fakta, mereka malah menetapkan orang lain sebagai tersangka penganiayaan Zahidin alias Tgk Jenggot. 

Zahidin adalah seorang pria yang mendatangi Ramli, Bupati Aceh Barat, di rumah dinasnya. Zahidin berencana menagih utang Ramli sebesar Rp 279 juta. Alih-alih mendapatkan kembali uangnya, Ramli malah memberikannya ketupat bengkulu. 

Kasus penganiayaan ini dilaporkan Zahidin kepada petugas di Kepolisian Resor Aceh Barat. Namun karena perkara ini dinilai “seksi”, Polda Aceh mengambil alih pemeriksaannya. 

Di Polda, urusan ini pun mandek. Berulang kali kuasa hukum mendatangi kantor Polda Aceh untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut. 10 bulan berlalu tanpa kepastian hingga kemarin malam, kuasa hukum korban menerima surat dari kepolisian yang menyatakan bahwa pelaku penganiayaan adalah orang lain bernama Si Yan alias Si Om. 

Penetapan orang lain sebagai tersangka dalam perkara penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Ramli ini jelas melawan akal sehat. Dalam sebuah video pendek yang merekam kejadian itu, terlihat jelas Ramli beraksi bak preman jalanan yang sedang emosi. Dia menghantam Zahidin di bagian wajah. Bukti visum menunjukkan hal tersebut. 

Dengan sejumlah bukti tersebut, seharusnya polisi menetapkan Ramli sebagai tersangka. Bagaimana cerita muncul nama Yan sebagai tersangka, hal ini memerlukan pemeriksaan lebih detail, terutama oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Komisi Kepolisian dan Komisi III DPR RI. 

Mengubah status seseorang menjadi tersangka atau sebaliknya adalah kejahatan. Petugas kepolisian yang melakukan hal tersebut, sesuai dengan poin dalam hukuman disiplin, dapat diberikan sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama satu tahun, dimutasi yang bersifat demosi, atau dibebaskan dari jabatan. 

Komentar

Loading...