Unduh Aplikasi

Pasien Positif Corona Asal Gayo Lues tanpa Gejala

Pasien Positif Corona Asal Gayo Lues tanpa Gejala
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gayo Lues saat menyampaikan data terbaru perkembangan virus corona dalam konferensi persnya di Balai Musara, Senin (13/04). Foto: mediacenter.gayolueskab.go.id

GAYO LUES - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) asal kabupaten Gayo Lues dikonfirmasi positif terpapar virus corona (Covid-19) tanpa gejala. Pasalnya pasien tersebut mengalami penyakit Diabetes Melitus (DM) saat berobat ke rumah sakit.

Pasien tersebut selama ini bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Motor (KM) Kelud, yang melayari jalur Medan - Jakarta.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gayo Lues, Safwan Azhari, mengatakan saat tiba di Gayo Lues, pasien ini melaporkan diri ke tempat penjaringan di Balai Latihan Kerja dan kemudian ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Selanjutnya, kata Safwan, pasien ke RSUD Gayo Lues untuk berobat penyakit lain, bukan Covid-19. Pasien ini menyampaikan kepada petugas mengalami penyakit Diabetes Melitus (DM).

"Selain penyakit DM, kondisi pasien sehat, tanpa gejala lain. Namun kami tetap menangani dengan prosedur standar penanganan Covid-19," kata Safwan Azhari kepada AJNN, Sabtu (18/4).

Baca: Tes Swab Perdana di Aceh: Satu Pasien dari Gayo Lues Positif Corona

Dokter Spesialis Bedah yang bertugas di RSUD Gayo Lues tersebut menjelaskan bahwa pasien tersebut sebelumnya sudah dirawat selama satu minggu di RSUD Gayo Lues, kemudian pihaknya membawa pasien ke RSUD Cut Meutia Aceh Utara, untuk pengambilan swab tengorokan.

Kemudian, kata Safwan, sampel swab pasien itu dikirim ke laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Balitbangkes di Siron, Kabupaten Aceh Besar.

"Ya, pasien ini sudah dirawat selama satu minggu RSU Gayo Lues, lalu dilakukan pengambilan swab di RSUD Cut Meutia. Hasil swab kami kirim ke Banda Aceh," ujar pria yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gayo Lues.

Setelah dinyatakan positif, pasien tersebut langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dokter Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Sabtu (18/4), sekitar pukul 10.00 WIB, menggunakan ambulan dengan didampingi satu perawat dan sopir.

"Penanganan pasien ini sendiri semuanya dilakukan dengan prosedur standar penanganan pasien Covid-19. Saat dirujuk tidak ada anggota keluarga yang mendampingi," ujarnya.

Komentar

Loading...