Unduh Aplikasi

Pasien Positif Corona Asal Abdya dalam Kondisi Baik

Pasien Positif Corona Asal Abdya dalam Kondisi Baik
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Suwardi, salah seorang keluarga SA, warga Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, menolak hasil swab terakhir yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Pasalnya dalam uji swab terakhir itu, SA dinyatakan positif terpapar Coronavirus Disease (Covid 19), Jumat (24/4). Padahal pada uji swab sebelumnya, SA sudah dinyatakan negatif corona dan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Menurutnya, hasil uji sample dengan cara tes swab yang dilakukan di Balitbangkes Aceh tidak dapat dipercaya dan dinilai aneh.

"Saya keluarga dari SA tidak bisa menerima hasil swab yang dikeluarkan RSUDZA. Hasil itu aneh, sehingga saya tidak yakin karena ada kejanggalan yang saya lihat dari swab di Balitbangkes Aceh itu," kata Suwardi kepada AJNN, Sabtu melalui telepon selularnya.

Ia mengaku lebih yakin dengan hasil swab dari sample droplet (air liur) yang diambil oleh RSUDZA dan dilakukan uji lab di Balai Laboratorium Besar Jakarta. Dimana hasilnya keluar pada Jumat lalu dan menyatakan negatif.

"SA hingga saat ini dalam kondisi sehat dan dapat beraktivitas tanpa ada masalah apapun," ungkapnya.

Baca: Satu Pasien Positif Corona Kembali Ditemukan, Berasal dari Abdya

Tidak hanya itu, kata dia, hingga saat ini orang-orang yang pernah kontak langsung dengan SA pun setelah lima hari kembali ke Abdya tidak ada yang suspect maupun yang terpapar dari virus SARS-CoV-2 itu.

"Bahkan ada anak SA yang saban malam tidur langsung dengan SA hingga saat ini tidak apa-apa, terus ada juga keluarga kami yang sempat berpelukan dengan SA sepulang dari rumah sakit Alhamdulillah hingga sekarang masih sehat-sehat saja," ungkapnya.

Atas dasar ini, ia sangat keberatan dan menolak hasil swab terakhir yang dilakukan di Balitbangkes Aceh, karena hasil tersebut tidak bisa dibuktikan dengan kondisi di lapangan. Bahkan ia mengaku tidak tahu kapan droplet milik SA diambil untuk diuji oleh RSUDZA melalui Balitbangkes Aceh tersebut hingga Jumat kemarin mengeluarkan hasil positif.

Memang, kata dia, ada tiga kali pengambilan sample berupa droplet oleh RSUDZA, dimana sample hari pertama diambil dikirim ke Jakarta, lalu pada hari ketiga serta sample hari kelima yang diambil pada Kamis minggu lalu.

"Saya tidak tahu sample yang mana yang diuji. Yang jelas sebelum SA dipulangkan pada Selasa, 22 April hasil keluar dari Jakarta itu jelas negatif dan saya percaya sample ini bahkan saya yang tandatangani hasil uji lab melalui tes swab dari Jakarta itu. Dan pasien juga sehat hingga saat ini, mereka yang dekat dengan SA dikampung juga hingga saat ini aman, jika memang positif sudah terpapar," tegas Suwardi sekali lagi.

Komentar

Loading...