Unduh Aplikasi

Pasien Covid-19 Dari Unsur Medis Dipindahkan ke Asrama Haji

Pasien Covid-19 Dari Unsur Medis Dipindahkan ke Asrama Haji
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Kasus virus corona (Covid-19) Aceh terus bertambah, hingga hari ini sudah mencapai 415 orang yang terpapar.

Dengan banyaknya warga Aceh terpapar virus, dan terbatasnya ruang perawatan yang tersedia di Rumah Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Maka sebagian pasien terpaksa harus dipindahkan ke Asrama Haji Banda Aceh untuk sementara waktu.

Namun, pasien Covid-19 yang dipindahkan ke Asrama Haji tersebut bukan keseluruhan. Melainkan hanya dari unsur tim medis serta tenaga kesehatan lainnya saja.

Direktur RSUDZA, dr Azharuddin mengatakan, komplek Asrama Haji hanya digunakan untuk tenaga medis, paramedis dan tenaga kesehatan lainnya dari RSUDZA. Karena memang sangat banyak dari mereka terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ada yang tidak bergejala atau gejala ringan. Jadi Asrama Haji sementara digunakan untuk itu. Sedangkan ruang RICU, Pinere fokus diutamakan untuk pasien rujukan," kata Azharuddin saat dikonfirmasi AJNN, Sabtu (1/8).

Azharuddin menyampaikan, di Asrama Haji tidak mungkin merawat pasien Covid-19 dari unsur masyarakat, karena alat pendukung seperti perlengkapan medis serta logistik standar lainnya belum tersedia.

"Benar, untuk masyarakat harus lebih intens perawatannya dibandingkan dengan tenaga medis yang relatif lebih paham dalam merawat diri sendiri," ujarnya.

Kata Azharuddin, jika nantinya ruangan yang tersedia saat ini tidak mampu menampung pasien. Maka alternatif lainnya adalah melaksanakan Surat Edaran (SE) Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dimana pemerintah kabupaten/kota harus menambah kapasitas jumlah bed isolasi Covid-19.

"Yang positif dan tidak bergejala tidak lagi dirujuk ke RSUDZA. Jadi RSUDZA lebih baik merawat yang bergejala dengan gradasi sedang dan berat saja," ujarnya.

Azharuddin menyebutkan, sejauh ini jumlah pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di RSUDZA sebanyak 65 orang. Tediri dari 29 tenaga kesehatan dan 36 orang dari unsur masyarakat.

"Update yang masih dirawat, tenaga kesehatan yang positif ada 29. Pasien atau masyarakat yang positif dan dirawat di RSUDZA 36 orang," sebutnya.

Azharuddin menuturkan, melihat perkembangan kasus dari waktu ke waktu, maka segala keputusan yang diambil juga akan sangat dinamis.

"Apapun kita harus selalu siap dengan plan A, plan B dalam menangani pandemi Covid-19 ini," tutur Azharuddin.

Komentar

Loading...