Unduh Aplikasi

Pasien Corona dari Simeulue dan Gayo Lues Sembuh

Pasien Corona dari Simeulue dan Gayo Lues Sembuh
Ilustrasi. Foto: detik.com

BANDA ACEH - Dua pasien penderita virus corona (Covid-19) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUSZA) dinyatakan sembuh, Jumat (15/5).

Dua pasien sembuh itu yakni SB (42) dari Kabupaten Simeulue dan santri klaster Magetan berinisial SK (18) asal Kabupaten Gayo Lues.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani mengatur, SB dan SK memiliki riwayat baru kembali dari daerah penularan virus corona di Pulau Jawa.

Dimana, kata Saifullah, pasien SB pulang ke Simeulue pada 17 April 2020 dan langsung menjalani isolasi mandiri. Pada 30 April 2020, ia melakukan pemeriksaan dengan rapid test di RSU Simeulue dan hasilnya reaktif. Istri dan 4 anaknya juga di rapid test, namun hasilnya non reaktif.

Baca: Dua Pasien Positif Corona dari Simeulue Dirujuk ke RSUDZA

Selanjutnya, pada 3 Mei 2020 Tim Medis RSU Simeulue mengambil swab cairan tenggorokan dan cairan hidung SB dan dikirim ke Balai Litbangkes Aceh di Lambaro, Aceh Besar.

Sementara menunggu analisa swab-nya dengan sistem Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) itu, ia dirawat di RSU Simeulue. Pada 05 Mei 2020, hasil analisa RT-PCR-nya ke luar, dan SB konfirmasi positif Covid-19.

Selanjutnya pada 13 Mei 2020, SB dirujuk ke RSUZA Banda Aceh dan dirawat di Ruang Isolasi Pinere. Tim Medis Covid-19 RSUZA menangani SB secara intensif termasuk pengambilan swab secara berulang sesuai prosedur penanganan medis penderita Covid-19 di Indonesia.

"Hasilnya, SB dinyatakan sembuh berdasarkan analisa RT PCR terakhir hari ini," kata Saifullah dalam laporannya kepada AJNN, Jumat (15/5).

Sedangkan pasien Covid-19 lainnya, lanjut pria yang akrab disapa SAG itu, pasien SK (18) asal Gayo Lues merupakan santriwan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah, Magetan, Jatim, yang pulang kampung ke Galus.

Ia tiba di Balai Latihan Kerja (BLK), Blangkejeren, Galus, pada 18 April 2020. Usai diobservasi oleh tim medis ia pulang ke rumahnya karena tidak menunjukkan gejala demam.

Kemudian, SK diperiksa dengan rapit test, dan reaktif. Kemudian di swab cairan kerongkongan dan cairan hidungnya di RSU Pemkab Galus, dan dikirim ke Balai Litbangkes Aceh, di Lambaro, Aceh Besar pada30 April 2020. Hasil analisa RT-PCR, SR konfirmasi positif Covid-19, ia langsung dirawat di RSU Galus.

“Alhamdulillah, hasil uji swab terakhir dengan RT-PCR oleh Balai Litbangkes Aceh yang kami terima hari ini, SK sudah negatif virus corona,” ujarnya SAG.

Selain itu, SAG juga menyampaikan bahwa hari ini ada lagi penambahan satu pasien positif corona, yakni pasien asal Kabupaten Bener Meriah berinisial AR (13).

Remaja berstatus orang tanpa gejala (OTG) ini merupakan santriwan Ponpes Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, dan pulang ke Kabupaten Bener Meriah pada 16 April 2020.

Meski AR tidak menunjukkan gejala dan hasil rapid test sebanyak dua kali juga non reaktif, tetap hasil pemeriksaan cairan tenggorokan dan cairan hidungnya dikonfirmasi positif.

“Ternyata, swab yang diambil, Selasa,12 Mei 2020 terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini. Kasus positif Covid-19 tersebut membuktikan OTG di sekitar kita merupakan pembawa virus dan aktif menularkan. Karena itu selalu pakai masker dan selalu menjaga jarak antar sesama,” terangnya.

Dengan bertambahnya pasien positif ini, maka jumlah orang terpapar virus corona di Aceh sudah mencapai 18 kasus.

"Rinciannya, sebanyak 2 orang dalam perawatan, 15 orang sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia. Kasus meninggal ini terjadi pada Maret 2020. Kasus lama," tutur SAG.

Komentar

Loading...