Unduh Aplikasi

Pasca Ditangkap atas Dugaan Kepemilikan Sabu 1,7 ton, Warga Meurebo Tak Diketahui Keberadaannya

Pasca Ditangkap atas Dugaan Kepemilikan Sabu 1,7 ton, Warga Meurebo Tak Diketahui Keberadaannya
Fiber yang diduga digunakan untuk menyimpan sabu seberat 1 otn lebih. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - UH (45), warga Desa Pulo Teungoh, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat diamankan pihak kepolisian lantaran diduga menyimpan sabu yang diperkirakan mencapai 1,7 ton.

Barang diduga sabu tersebut dikemas didalam goni dan disimpan dalam fiber besar yang biasa digunakan untuk melaut. UH diamankan pada Jumat, (16/4) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Menurut keterangan Halimah istri UH, saat suaminya diamankan oleh sejumlah orang berseragam dan bersenjata api dan juga ada yang bersebo serta menggunakan rompi bertuliskan Brimob.

Ia tidak tahu jika, suaminya diamankan lantaran diduga menyimpan sabu di halaman rumahnya yang disembunyikan didalam fiber.

"Saya tidak tahu jika didalam itu adalah sabu karena terbungkus dengan goni saat dikeluarkan malam pada itu. Saya juga tidak melihat persis sebab saya tidak diizinkan medekat," kata Halimah, kepada AJNN, Sabtu, (17/4).

Halimah mengira jika barang didalam itu merupakan damar sebagai bahan membuat boat, apalagi selama ini sang suami kerjanya selain menjadi buruh kasar juga membuat boat nelayan.

Kata dia, UH ditangkap bukan di rumahnya, akan tetapi setelah ditangkap di luar barulah UH dibawa oleh pihak Kepolisian untuk mengambil barang bukti berupa berupa sabu-sabu tersebut.

"Fiber ini baru memang sekira pagi sekitar pukul 10.00 WIB ditaruh di sini, ada dua orang kalau tidak salah yang antar kemari. Katanya taruh sebentar isinya damar. Tapi malamnya tiba-tiba suami saya sudah ditangkap dan dibawa kemari sama mereka. Kalau dibajunya saya baca ada yang bertulis Brimob tapi saya tidak tahu darimana," ungkap Halimah.

Sambil berurai air mata Halimah menyebutkan, jika suaminya tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa tentang barang haram itu, sebab dari dulu memang tidak pernah melakukan hal-hal yang berhubungan dengan narkoba.

Dikatakan Halimah, pada malam itu UH diamankan dengan salah seoroang kepala tukang pembuatan boat, yang katanya akan berencana membuat boat.

"Fiber ini memang diturunkan dari boat yang dibongkar dimuara sungai didekat rumah ini juga. Tapi saya tidak tahu itu boat siapa," kata dia.

Halimah, mengaku peristiwa penangkapan dan penggeledahan itu juga sempat disaksikan oleh ketiga anaknya. Termasuk saat suaminya diintrogasi oleh Polisi di dalam kamar juga sempat didengar oleh salah seorang anaknya.

"Saat itu salah seorang anak saya juga sempat dengar waktu polisi tanya-tanya sama suami saya di kamar. Suami saya cuma jawab kalau itu damar dititip untuk buat boat. Pokoknya saat itu polisi itu tanya-tanya dalam bahasa Aceh," ungkapnya.

Halimah yakin jika suaminya itu dijebak oleh pemilik barang haram yang diduga diangkut menggunakan boat dan dibongkar di kawasan Krueng Tujoh, Desa Pulo Teungoh tersebut.

Halimah pun tidak menyangka jika suaminya harus berurusan dengan polisi lantaran diduga menyimpan sabu. Pasca suaminya ditangkap, Halimah pun tidak tahu Kepolisian wilayah mana yang menangkap suaminya.

Lantaran pasca penangkapan itu, sebut Halimah, pihak dari Kepolisian Resor Aceh Barat bersama Polisi Sektor Meurebo baru tiba disana, dan juga mengaku tidak tahu sebelumnya tentang penangkapan dan penggeledahan tersebut.

Menurut Halimah selain suaminya ada sekitar lima orang lainnya yang ikut diamankan yakni awak boat, dan seorang kepala tukang pembuat boat yang sering membantu suaminya membuat boat. Kepala tukang tersebut juga warga Kecamatan Meureubo.

"Saya hingga saat ini tidak tahu sesudah ditangkap suami saya di bawa kemana, karena hingga saat ini belum ada informasi tentang suami saya dibawa kemana. Yang ada orang itu sempat ambil nomor hape anak saya tapi sejauh ini belum dihubungi. Tapi habis mereka pergi baru orang dari Polsek sama Polres datang kemari," imbuhnya.

Informasi yang berkembang di tengah warga setempat, adapun barang yang diduga sabu tersebut memiliki berat yang diperkirakan hampir mencapai 1,7 ton.

Sementara itu Kepala Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Andrianto Argamuda melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba, Inspektur Polisi Satu Rajabul Asra mengaku tidak tahu adanya penangkapan UH yang diduga miliki sabu.

"Saya tidak tahu. Saat peristiwa dan hingga saat ini saya masih di luar daerah. Jadi belum tahu informasinya dan siapa yang lakukan penangkapan. Nanti kalau ada informasi saya kabari," kata Kasatresnarkoba, Iptu Rajabul Asra.

Hingga berita ini diturunkan AJNN, belum memperoleh informasi resmi tim dari Kepolisian mana yang melakukan penangkapan, apakah Polda Aceh atau Mabes Polri.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Winardy saat dikonfirmasi AJNN mengaku belum mendapat informasi terkait penangkapan itu.

"Saya belum ada info tentang itu pak,  Ditreskoba Polda Aceh maupun Polres Aceh Barat sementara belum ada," kata Winardy via WhatsApp kepada AJNN.

Pantauan AJNN saat ini tepat di halaman rumah UH, tempat dimana fiber tersebut diletakkan telah pasang garis Polisi serta satu unit boat KM SINAR MENTARI II bernomor GT 17.No.424/QQm. Boat itu diduga warga berasal dari wilayah Banda Aceh.

Komentar

Loading...