Unduh Aplikasi

Pasar Inpres Terbakar, Pedagang akan Dialihkan ke Pasar Induk Lhokseumawe

Pasar Inpres Terbakar, Pedagang akan Dialihkan ke Pasar Induk Lhokseumawe
Pasar Inpres sudah dipasang garis polisi. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe bakal mengalihkan lapak pedagang yang menjadi korban kebakaran di pasar Inpres daerah setempat ke Pasar Induk di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Muara Dua.

“Kita sudah cek kelapangan dan sudah meminta kepada camat, keuchik serta Haria untuk mendata berapa total korban kebakaran,” kata Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad kepada AJNN, Kamis (9/7).

Sambung Yusuf, setelah semuanya terdata pihaknya akan segera menyalurkan bantuan massa panik. Dan selain itu, juga akan melakukan rapat koordinasi kembali terhadap tindak lanjut nasib pedagang tersebut ke depan.

“Rencana kami ingin menggunakan dana darurat untuk membangun kedai yang terbakar itu, akan tetapi tidak dibenarkan. Oleh karena itu harus menunggu tahun depan baru bisa dibangun kembali,” ujarnya.

Dikatakan Yusuf, pihaknya akan mengarahkan pedagang yang mau ke Pasar Induk Kota Lhokseumawe. Untuk penempatan awal akan diberikan secara gratis dengan jangka waktu yang ditentukan apakah bulanan atau setahun.

“Kita berharap kepada pedagang korban kebakaran agar bersabar, karena ini musibah pasti ada hikmah dibalik itu semua,” tuturnya.

Sementara itu, lokasi kebakaran pasar Inpres sudah dipasang garis polisi . Hal itu dilakukan Polres Lhokseumawe guna memudahkan untuk mengumpul sejumlah barang bukti penyebab dugaan kebakaran tersebut.

“Kebakaran ini masih dalam penyelidikan, lokasi dilingkari garis polisi sementara waktu. Setelah sejumlah barang bukti terkumpul akan dibuka kembali,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Reskrim, Iptu Yoga Prasetya kepada AJNN, Kamis (9/7).

Dikatakan Yoga, dugaan sementara pasar tersebut terbakar akibat korsleting listrik, namun demikian pihaknya akan melakukan penyelidikan, apakah itu memang ada unsur kesengajaan atau memang murni korsleting listrik.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Lhokseumawe, Ramli mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban kebakaran tersebut. Apakah memang 150 kedai atau lebih.

“Jadi yang jualan disini, bukan hanya orang asal Lhokseumawe, namun ada juga yang dari Kabupaten Aceh Utara. Oleh karena itu kita lakukan pendataan lebih dulu,” ujarnya.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...