Unduh Aplikasi

Pasar Dhuafa Kutacane Diproyeksikan Jadi Pusat Distribusi Komoditi Pertanian Agara

Pasar Dhuafa Kutacane Diproyeksikan Jadi Pusat Distribusi Komoditi Pertanian Agara
Foto : Ist

ACEH TENGGARA - Disperindag Aceh Tenggara proyeksikan Pasar Dhuafa Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara menjadi pasar distribusi komoditi hasil pertanian pada tahun 2022 mendatang.

"Pasar Dhuafa akan kita program menjadi pasar distribusi komoditi hasil pertanian di Agara pada tahun 2021 dan rencana pembangunannya pada tahun 2022 mendatang" katanya.
Hal tersebut dikatakan kadis Disperindag Agara  Nazmi Desky melalui Kabid perdagangan Salamin di ruang kerjanya, senin (4/1/2021).

Lanjut Kabid perdagangan Disperindagker Agara, pasar Distribusi Komoditi sudah direncanakan pada tahun 2020 lalu dan pembangunan pada tahun 2021 ini tapi terkendala  Pandemi corona virus disense (Covid-19) sehingga harus diundur perencanaannya pada tahun 2021 kemudian tahap pembangunannya di laksanakan 2022 mendatang.

Selain itu, Salamin juga menyebutkan bahwa pembangunan pasar distribusi komoditi pertanian tersebut bertujuan sebagai pengawasan pendristribusian yang memudahkan dalam pemantauan harga komoditi pertanian di Agara.

"Perencanaan pembangunan pasar distribusi komoditi ini kita lakukan agar mudah dalam pengawasan dan pemantauan, supaya distribusi tidak liar dan pemantauan harga komoditi pertanian bisa terkendali," ungkapnya.

Sementara itu, pihaknya akan mencari pengusaha yang akan membeli hasil pertanian dengan harga yang dipatok oleh pemerintah setempat kemudian akan ditempatkan di pasar distribusi komoditi yang sedang dalam perencanaan itu.

"Kita akan cari pengusaha yang mau membeli hasil dari komoditi pertanian di Agara dengan harga yang akan kita patokan  kemudian kita akan beri izin dan kita tempatkan di pasar Distribusi komoditi pertanian itu", ujarnya.

Ia juga berharap supaya perencanaan tersebut berjalan lancar dan segera terealisasi sehingga mengurangi keluhan masyarakat khususnya Petani yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara terkait harga komoditi yang tidak stabil di musim panen. 

RIKI

Komentar

Loading...