Unduh Aplikasi

Partai Aceh terbanyak lakukan pelanggaran pemilu

BANDA ACEH- Partai Aceh dikatakan sebagai Partai terbanyak dalam melakukan pelanggaran pemilu, mulai dari pemasangan alat peraga kampanye dan lainnya.

Hal ini sebagaimana disampaikan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh, Muklir dalam diskusi yang digelar Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), di Kantor MaTA, hari ini, Rabu, (12/2).

Disampaikan Muklir, partai lokal mendominasi pelanggaran pemilu tersebut.
"Semua partai melakukan pelanggaran, namun ada tingkatannya dan yang terbanyak adalah partai lokal," kata Muklir.

Disebutkannya urutan pertama terbanya adalah Partai Aceh disusul Partai Nasional Aceh (PNA) dan juga Partai Daulat Aceh (PDA).

Dalam hal pelanggaran ini, Muklir mengatakan Bawaslu Aceh hanya mengeluarkan surat rekomendasi.
"Kemudian dilakukan oleh KIP yang melaporkan ke Pemerintah dan harusnya dapat di eksekusi petugas," kata Muklir.

Namun, kata dia memang hal tersebut sering menjadi kendala, malah kata dia ada kabupaten yang tidak menganggap rekomendasi Bawaslu atau Panwaslu karena menganggap Bawaslu dan Panwaslu di Aceh belum ada.

Muklir menjelaskan Bawaslu RI sebagaimana dalam menjalankan tugas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Pelaksanaan Pemilu secara Nasional.
"Kita melakukan tugas sebagaimana undang-undang pemilu," kata Muklir.

Selain itu dalam mengeksekusi alat peraga kata Muklir memang bukan tugas Bawaslu.
"Dalam Per KPU (Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013) sudah dijelaskan siapa yang berwenang dalam menertibkan alat peraga," Jelas dia.

Namun katanya, memang kerap masyarakat mengira Bawaslu yang melakukan eksekusi terhadap pelanggaran pemilu.
"Padahal kita hanya beri rekomendasi," ulangnya.

Bagi Muklir seharusnya KPU ataupun KIP memang harus lebih tegas dalam penertiban alat peraga dan berbagai pelanggaran pemilu lainnya, karena yang yang mengeluarkan aturan adalah KPU sendiri.

Diskusi ini digelar oleh MaTA dan Indonesian Coruption Watch (ICW) yang juga menghadirkan narasumber Abdullah Dahlan dari ICW.

| FIQIH PURNAMA
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...