Unduh Aplikasi

Partai Aceh Minta Kadernya Gelar Doa Tolak Bala Serentak

Partai Aceh Minta Kadernya Gelar Doa Tolak Bala Serentak
Koordinator Posko Relawan Covid-19 Partai Aceh, Tgk Muharuddin. Foto: Ist

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh meminta kepada seluruh kader dan jajaran di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh dan seluruh jenjang di bawahnya agar melaksanakan doa tolak bala secara serentak terkait penyebaran virus corona yang sudah sangat meresahkan di Aceh.

Koordinator Posko Relawan Covid-19 Partai Aceh, Tgk Muharuddin, mengatakan pihaknya juga meminta kepada seluruh DPW dan kader untuk membantu warga miskin dengan membagikan paket kebutuhan pokok untuk hidup sehari-hari, sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing.

"Kami meminta melaksanakan doa tolak bala secara serentak. Membagikan untuk masyarakat umum alat pelindung diri berupa masker dan lain-lainnya," kata Tgk Muharuddin, Kamis (3/4).

Selain itu, ia meminta kepada kader untuk membuat imbauan berupa sosialisasi melalui baliho/spanduk dengan content/informasi positif yang dapat mensugesti mental (rasa kepercayaan diri) dan imunitas tubuh masyarakat meningkat dalam menghadapi penyebaran wabah covid-19.

"Seluruh jenjang kepengurusan Partai Aceh agar membentuk Gugus Tugas Penanggulangan Wabah Covid 19 dari Partai Aceh," ujarnya.

Kemudian kepada Pemerintah Aceh, kata Muharuddin, pihaknya sebelumnya membuat sebuah kebijakan dalam pengendalian penyebaran virus corona, aga terlebih dahulu mempertimbangkan serta mempelajari secara serius dampak sosial terhadap masyarakat.

"Kami meminta kepada Pemerintah Aceh terus memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat mengenai langkah dan strategi pemerintah dalam mengendalikan penyebaran virus corona," ujarnya.

Terkait masalah kebijakan jam malam, pihaknya mendesak Pemerintah Aceh untuk menjamin ketersediaan barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari, dan menindak tegas bagi penimbun barang dan menaikkan harga barang secara tidak wajar.

"Pemerintah Aceh harus memberikan solusi yang adil dan menguntungkan bagi para pelaku usaha," katanya.

Kemudian, meminta kepada Pemerintah Aceh dan DPRA untuk mengevaluasi APBA untuk dialihkan untuk penanganan corona.

"Kami meminta Pemerintah Aceh untuk mempercepat izin operasional laboratorium Unsyiah sebagai salah satu pusat pengujian tes Covid-19," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menginstruksikan Pemerintah Gampong agar membuat payung hukum yang jelas agar mengalihkan penganggaran sebesar 30 persen di APBG 2020.

"Mengawasi secara ketat dengan pemeriksa medis dan karantina bagi setiap pendatang yang masuk ke Aceh melalu laut, udara dan darat," tegasnya.

Terakhir, meminta kepada Pemerintah Aceh untuk meninjau ulang kebijakan jam malam agar kurang dari dua bulan, kecuali di gampong-gampong yang dinyatakan sebagai tempat tersebarnya corona.

"Meminta kepada TNI dan Polri agar melakukan pembinaan secara positif bagi masyarakat, sehingga jangan sampai melakukan tindakan represif sebagaimana pernah dilakukan masa konflik," ujarnya. pihaknya.

Komentar

Loading...