Unduh Aplikasi

Parpol Engan Kampanye Terbuka, Puluhan Juta Bantuan Pemkab Pijay Dinilai Sia-Sia

Parpol Engan Kampanye Terbuka, Puluhan Juta Bantuan Pemkab Pijay Dinilai Sia-Sia
Ilustrasi. Foto: Net

PIDIE JAYA - Pemerintah Pidie Jaya telah menyediakan panggung untuk kampanye terbuka bagi partai politik (parpol) di empat titik dalam kabupaten tersebut. Namun, penyediaan panggung kampanye yang menelan dana puluhan juta itu dinilai sia-sia, disebabkan parpol enggan melakukan kampanye terbuka.

Dihimpun AJNN, di Kabupaten Pidie Jaya, beberapa parpol yang ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2019, seperti PAN, PA, Nasdem, Golkar, PPP, dan sejumlah parpol lainnya, engan melakukan kampanye terbuka, kampanye seperti itu saat ini dinilai tidak efesien dan tidak sedikit menelan kost politik.

Parpol dan calon legislatif (caleg) di Pidie Jaya lebih memilih berkampanye dialogis atau kampanye tatap muka, cara tersebut dinilai lebih efektif ketimbang kampanye terbuka.

Bahkan sebagian caleg lebih memilih berkampanye 'door to door' demi mendulang suara pada 17 April mendatang.

“Kampanye rapat terbuka tidak kita ambil, karena tidak lagi efektif kampanye seperti itu. Untuk mobilisasi masa agar datang pada acara tersebut butuh dana yang besar. Kita lebih mengelar kampanye dialogis antara caleg dengan konsituen langsung, itu lebih efektif,” kata Wakil Ketua DPC PPP Kabupaten Pidie Jaya, Husni Johan kepada wartawan.

Hal senada juga diamini oleh Sekretaris DPD Nasdem Pidie Jaya, Ahmadi Syahbuddin, Sekretaris DPD Partai PAN Kabupaten Pidie Jaya, Ridwan Yusuf. Mereka juga enggan melakukan kampanye rapat terbuka.

Keengganan parpol melakukan kampanye terbuka, praktis bantuan pemerintah setempat dalam menyediakan panggung kampanye menjadi sia-sia. Pasalnya, untuk penyewaan panggung kampanye di empat titik, pemerintah mengeluarkan biaya sekitar Rp 70 juta.

"Pemerintah telah menyediakan panggung bagi parpol yang ingin melakukan kampanye terbuka. Keempat panggung di empat dapil itu disewa per hari, dengan total biaya lebih kurang Rp 70 juta untuk 21 hari," kata Kepala Kesbangpol Sekdakab Pidie Jaya, Ridwan melalui seluler kepada AJNN, Kamis (4/4).

Menurut Ridwan, dilaksanakan atau tidaknya kampanye terbuka oleh partai politik tidak masalah bagi pemerintah setempat. Intinya lanjut dia, pemerintah setempat telah berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu 2019 dengan membantu panggung kampanye bagi parpol.

"Tidak dilaksanakan kampanye terbuka oleh parpol itu hak mereka, yang penting pemerintah telah ikut menyukseskan Pemilu 2019, walau hanya dengan menyediakan panggung," jelasnya yang mengakui disetiap dapil sudah berdiri panggung kampanye.

Komentar

Loading...