Unduh Aplikasi

Parah...! di Abdya, beli pupuk harus ada rekomendasi BPP

ACEH BARAT DAYA – Ribuan petani padi sawah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku resah terkait pembelian pupuk bersubsidi. Pasalnya, untuk membelikan pupuk, petani sawah harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan oleh pihak terkait.  Seperti mengurus surat rekomedasi dari pihak Badan Penyuluhan pertanian (BPP) yang ada di pusat Kecamatan.

Selain rekomendasi yang harus diteken oleh Kepala BPP dan ketua kelompok tani, para petani juga harus melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) sehingga para petani kabupaten setempat merasa resah karena prosedur membeli pupuk sangat berbelit-belit.

Sayuti, salah seorang petani Kecamatan Tangan-Tangan saat ditemui AJNN, Rabu (3/11), di sawahnya mengaku kesal. “Peraturan ini sangat menyiksa kami petani. Karena sebelumnya tidak begini. Kalau peraturan ini diberlakukan pada kami petani bisa gagal panen tahun ini,” katanya.

Ahmad petani Kecamatan Manggeng, secara terpisah mengatakan, pihaknya sekarang mengalami hal serupaya yaitu kesulitan pupuk. “Kenapa tega kali pemerintah mempersulitkan kami petani dengan cara yang tidak jelas begini. Ini bisa saja membuat kami gagal panen. Kalau mau kasi aturan yang jelas sedikit,” tegasnya.

Dia menambahkan, pada masa pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati Jufri Hasanudin ini, pihak petani tidak begitu sejahtera bila dibandingkan dengan masa bupati sebelumnya. Semasa Bupati Akmal Ibrahim, kata dia, para petani padi sawah sangat sejahtera, selain pupuk berlimpah ruah, anggaran garap sawahpun juga diberikan.

“Sekarang jangankan diberikan uang garap oleh pemerintah, malah untuk beli pupuk saja harus izin surat ini itu. Kapan petani mau sejahtera,” katanya dengan suara geram.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Abdya melalui Kepala Bidang (Kabig) Usaha Tani dan Pengembangan Lahan (UTPL) Thamren, SP saat diwawancarai AJNN diruang kerjannya, Rabu (03/12), mengakui yang bahwa masyarakat petani yang ingin membeli pupuk bersubsidi harus mengambil dulu blangko d ikios-kios pengencer pupuk untuk selanjutnya di teken oleh kepala BPP Kecamatan dan Ketua Kelompok Tani setempat.

“Bagi petani yang ingin membeli pupuk bersubsidi, harus mengambil blangko rekomendasi dulu di kios-kios pengencer pupuk. Blangko tersebut dilampirkan foto copy KTP untuk selanjutnya diteken oleh ketua kelompok tani. Setelah itu surat rekomendasi itu juga harus diteken oleh kepala BPP yang ada di pusat kecamatan,” kata Thamren.

Selain wajib ada surat rekomendasi BPP. Para petani padi sawah diperbolehkan untuk membeli pupuk bersubsidi sebanyak dua hektar lahan. “ Pupuk bersubsidi itu pembeliannya dibatasi, satu orang petani ukuran dua hektar lahan sawah. tidak boleh lebih,” katanya.

SUPRIAN

 

 

Komentar

Loading...