Unduh Aplikasi

Panwaslih Bener Meriah Cium Dugaan Adanya KTP Aspal

Panwaslih Bener Meriah Cium Dugaan Adanya KTP Aspal
Foto: Net
BENER MERIAH - Panitia pengawas pemilihan Kabupaten Bener Meriah mencium adanya dugaan dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli tapi palsu (aspal) yang digunakan oleh oknum kandidat calon perseorang (independen) di daerah tersebut.

Ketua Panwaslih Bener Meriah Khairul Akhyar mengatakan pihaknya sudah menerima laporan sejumlah warga yang menyatakan KTP mereka dipakai oleh kandidat balon dari jalur independen tanpa seizin pemilik KTP.

"Menurut pengakuan si pemilik KTP. Dia merasa tidak menandatangani dukungan tersebut kepada balon itu," kata Khairul kepada AJNN, Rabu (24/8).

Dijelaskan Khairul merujuk kepada PKPU RI No 5 Tahun 2016. Pasal 23, No 3 menyatakan; dalam hal pendukung menyatakan tidak memberikan dukungannya, pendukung mengisi lampiran berita acara model BA 5-KWK perseorangan, dan namanya dicoret dari daftar dukungan.

"Resikonya adalah membatalkan dukungan terhadap kandidat tersebut," jelasnya.

Selain itu, Khairul menambahkan ada calon perseorangan yang tidak murni mendapat dukungan dari rakyatnya dengan menggunakan cara lain untuk memenuhi persyaratan jumlah dukungan calon jalur independen.

"Masyarakat perlu mewaspadai calon independen menggunakan dukungan KTP dari palsu atau manipulasi. Calon perseorangan bisa saja mendapatkan KTP dari kelompok tani, kantor camat, leasing. Artinya KTP itu bukan berasal dari masyarakat," ungkapnya.

Begitu juga kepada panitia penyelenggara, Ketua Panwaslih menyatakan apabila berpedoman pada pasal 186 ayat 1 anggota PPS, PPK, KPU kab/Kota dan KPU provinsi, tentang daftar dukungan, bila dengan sengaja memalsukan daftar dukungan terhadap calon perseorangan, akan dikenakan pidana dengan pidana minimal 36 bulan penjara maksimal 72 bulan penjara dan denda minimal Rp 36.000.000, dan maksimal Rp. 72.000.000.

"Pada ayat 2 juga dijelaskan, dengan sengaja tidak melakukan verifikasi dan rekapitulasi terhadap calon perseorangan, juga dikenakan pidana yang serupa," katanya.

Komentar

Loading...