Unduh Aplikasi

Panwaslih Beberkan Dugaan Pelanggaran Pemilu di Lhokseumawe

Panwaslih Beberkan Dugaan Pelanggaran Pemilu di Lhokseumawe
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE –Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Lhokseumawe menerima informasi adanya dugaan pelanggaran di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Muara Dua, kota setempat.

“Jadi, di Kecamatan Muara Dua ada laporan permasalahan terjadi di TPS, pertama tidak cukup surat suara saat pencoblosan berlangsung,” kata Ketua Panwaslih Lhokseumawe, T Zulkarnaen kepada AJNN, Jumat (19/4).

Baca: Ditemukan Kecurangan, Tiga TPS di Aceh Utara Nyoblos Ulang

Sambungnya, surat suara yang tidak mencukupi tersebut, dapat diselesaikan langsung di TPS, pasalnya hari pencoblosan pada 17 April kemarin pihaknya langsung berkoordinasi dengan Komisi Independen Pemilihan (KIP) untuk penambahan surat suara di salah satu TPS di kecamatan itu.

“Saya sudah lupa TPS mana, karena laporannya masuk tadi malam, selain kekurangan surat suara TPS tersebut juga terjadi penukaran pemasukan surat suara ke kotak, sehingga petugas harus membongkar kembali kota itu,” ungkapnya.

Selain itu, Zulkarnaen juga menerima laporan kalau ada dugaan salah satu  pemilih yang membawa undangan orang lain pada hari pencoblosan tersebut. Dan kasus ini masuk ke ranah masuk ke pidana.

“Kita terima laporan kalau ada dugaan seorang warga yang membawa undangan orang lain untuk memilih di TPS itu. Nah ini masih dugaan,” jelasnya.

Ketua Panwas menyebutkan, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu terkait dugaan tersebut apakah benar atau tidak, jika dugaan pelanggaran tersebut benar dan terbukti maka pihaknya akan membawa kasus itu ke Gakkumdu untuk diselesaikan.

“Jika itu terbukti, maka akan kita bawa ke Gakkumdu untuk diselesaikan dan ada kemungkinan jika benar akan dilakukan pencoblosan ulang di TPS itu, tapi jika tidak terbukti tidak menjadi permasalahan,” ujarnya.

T Zulkarnaen berharap, karena pesta demokrasi di Lhokseumawe termasuk kondusif aman, maka semoga hingga hari penetapan presiden dan legeslatif terus berlangsung aman dan tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Komentar

Loading...