Unduh Aplikasi

NELAYAN ACEH DITANGKAP DI MALAYSIA

Panglima Laot Aceh: Belum Tentu Nelayan

Panglima Laot Aceh: Belum Tentu Nelayan
Nelayan asal Aceh Tamiang dalam penahanan pemerintah Malaysia. Foto: istimewa
BANDA ACEH – Panglima Laot Aceh Miftahuddin mengatakan keempat nelayan tradisional asal Aceh Tamiang yang ditangkap pihak berwenang Malaysia belum tentu nelayan. Menurut dia, status Jasliandi (36), M Yamin (26), Aditia (23), dan Abdullah (17), harus bisa saja hanya sebagai penyeludup barang.

“Belum bisa dipastikan (mereka) nelayan atau bukan. Mereka menangkap ikan, kemudian terseret arus. Seharusnya mereka membawakan alat cukup pada saat menangkap ikan,” kata Miftahuddin kepada AJNN, Kamis (31/3).

Baca: Gubernur Aceh Perintahkan Kadis Sosial Jemput Nelayan di Malaysia

Namun jika benar mereka adalah nelayan dan terseret arus ke perairan Malaysia saat menangkap ikan, Panglima Laot Aceh, kata Miftahuddin, akan berupaya membebaskan nelayan tersebut. “Apapun cerita, tetap akan ada sanksi hukum bagi mereka karena melanggar teretori negara lain,” kata Miftahuddin.

Menurut Miftahuddin, kasus seperti ini berulang kali terjadi. Bahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan meminta seluruh panglima laot di Aceh untuk mengingatkan nelayan Indonesia agar tidak melewati batas negara saat mencari ikan.

Panglima Laot Aceh masih menunggu laporan dari panglima laot daerah untuk memperjelas status keempat nelayan ini. Miftahuddin berharap masalah ini segera diselesaikan.

Komentar

Loading...