Unduh Aplikasi

Pandemi Covid-19 Hambat Investasi Baru di Aceh

Pandemi Covid-19 Hambat Investasi Baru di Aceh
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) berdampak pada lumpuhnya sejumlah aktifitas di seluruh penjuru dunia. Hal tersebut juga mempengaruhi terhambatnya investasi baru masuk ke Provinsi Aceh.

Kepala Bidang Pengendalian Pelaksana (Dalaks) Penanaman Modal, Jonni kepada AJNN mengatakan, investasi yang sudah berlangsung sejak dua hingga tahun yang lalu tidak pengaruh dengan Pandemi Covid-19 tersebut.

“Kalau investasi yang sudah masuk beberapa tahun yang lalu, tetap berjalan normal dan tidak terganggu dengan adanya pandemi Covid-19 ini, investor yang sebelumnya masuk masih terus bekerja seperti biasa,” kata Jonni, Jumat (28/8).

Sambung Jonni, namun Pandemi Covid-19 ini mempengaruhi pada terhambatnya masuk investor baru untuk berinvestasi di Aceh, misalnya, ada investor India ingin berinvestasi di Langsa, akan tetapi terhambat oleh virus Corona.

“Orang India ini tidak mengizinkan warga negaranya keluar selama Pandemi Covid-19, sehingga tertahan untuk bisa berinvestasi di Aceh,” ujar Jonni.

“Kalau secara umum, Covid-19 ini tidak mempengaruhi investasi di Aceh, artinya target-target nasional yang diserahkan ke kita, semua tercapai, di tahun 2020 saja target kita baru satu semester sudah mencapai Rp4.3 triliun,” jelas Jonni.

Jonni menyebutkan, dalam satu tahun pihaknya harus memenuhi dua target. Yakni, target nasional dan target daerah.

“Kalau target daerah dalam satu tahun harus mencapai Rp 6.6 triliun, sementara target daerah harus mencapai Rp4 triliun,” ungkapnya.

Pandemi Covid-19, menurut Jonni, memang sangat mempengaruhi ekonomi di seluruh penjuru dunia, termasuk di Provinsi Aceh, karena tidak bisa melaksanakan aktivitas dan kegiatan seperti masa-masa sebelumnya.

“Namun untuk investasi di Aceh tetap berjalan, hanya saja investasi baru yang terhambat karena tidak bisa masuk,” imbuhnya.

Dilansir dari Bisnis.com, Pemerintah Indonesia akan merevisi kembali target investasi pada tahun 2020 dari target sebelumnya Rp886 Triliun. Hal itu dilakukan menyusuul ketidakpastian yang ditimbulkan oleh Pandemi Covid-19.

“Rencana kebijakan ini diputuskan saat rapat konsolidasi dengan jajaran, bahwa Pandemi akan berdampak sistematik,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Bahlil Lahadalia.

Realisasi investasu kuartal II/2020 dipastikan akan menurun, sehingga target realisasi investasu tahun 2020 akan disesuaikan dengan kondisi yang terjadi.

“Pemerintah saat ini belum bisa menentukan kapan Pandemi Covid-19 akan berlalu, kita harus melakukan penyesuaian dengan keadaan ini. BKPM akan melakukan revisi target realisasi investasu kuartal II/2020 ini,” kata Bahlil.

Kendati demikian, Bahlil tetap meminta jajarannya untuk tidak patah arang. Upaya mendorong investasi tetap menjadi prioritas, terutama untuk mendorong stabilitas perekonomian yang tengah lesu.

Komentar

Loading...