Unduh Aplikasi

Pandangan dan Pentungan

Pandangan dan Pentungan
ilustrasi: anny cook

BERDEMONSTRASI adalah hak yang dilindungi oleh konstitusi negara ini. Sebagai sebuah tindakan yang dilindungi oleh negara, maka sudah sepantasnya lah kepolisian tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan sikap negara tersebut. 

Dalam beberapa waktu ke depan, aksi massa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja akan terus terjadi. Para mahasiswa dan buruh akan terus bersuara hingga pemerintah mengeluarkan aturan baru yang membatalkan UU Ciptaker tersebut. 

Tentu saja ini membuat posisi polisi terjepit. Di satu sisi, mereka harus melaksanakan tugas negara, melindungi para demonstran, di sisi lain, mereka juga kerap mendapat tekanan dari kekuasaan untuk menghalau dan menghalang-halangi demonstrasi. 

Bukan rahasia bila kepolisian kerap dijadikan alat kekuasaan. Dalam kasus undang-undang sapu jagat ini, jelas pemerintah tidak akan membiarkan aksi penolakan terus menerus berlangsung. Hal ini akan membuat kredibilitas pemerintah yang anjlok semakin anjlok. 

Karena itu, polisi harus melakukan tindakan preventif. Mereka harus mampu mencegah agar massa yang berhimpun tidak berubah menjadi anarki. Polisi berkewajiban mengawal dan menjaga aksi demonstrasi agar tidak melanggar ketentuan tentang demonstrasi yang dikeluarkan pemerintah. 

Dalam demonstrasi, massa dan aparat hanya dibatasi oleh kepentingan. Keduanya akan saling berhadapan karena kepentingan yang berbeda pula. Namun apapun ceritanya, sepanas apapun kondisinya, polisi harus mampu menahan diri dan bersikap secara profesional. 

Jika massa berlaku anarki, merusak fasilitas umum atau bahkan mengancam keselamatan aparat kepolisian, tentu para petugas yang berjaga harus bertindak. Sebaliknya, polisi juga harus melindungi agar mereka bisa menyampaikan aspirasi. Ini adalah demokrasi, perbedaan pandangan tidak perlu dibalas dengan pentungan. 

Komentar

Loading...