Unduh Aplikasi

Pameran TTG Nasional, Petani Kreatif Ciptakan Sepeda Bermesin

Pameran TTG Nasional, Petani Kreatif Ciptakan Sepeda Bermesin
IMG 3213
BANDA ACEH – Ada pemandangan unik di pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional 2015 di Stadion Lhong Raya Banda Aceh. 

Sebuah sepeda bermesin pemotong rumput dipamerkan pada acara tersebut. Sepeda yang memiliki kecepatan 4 kilometer per jam itu hanya membutuhkan bensin satu liter untuk jarak tempuh 50 Kilometer.

Adalah Arifin seorang pria asal Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi ini yang berhasil merancang sepeda tersebut.

Kini berkat sepeda unik itu ia berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung pameran yang ingin melihat sepeda bermesin ciptaannya.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani tersebut berhasil merancang sepeda bermesin dengan menggunakan mesin pemotong rumput.

Arifin menjelaskan, Awal mula dirinya mendapatkan ide untuk membuat sepeda mesin tersebut, karena di daerahnya kondisi jalan tidak terlalu bagus, bahkan pada saat musim penghujan tidak bisa dilewati dengan kendaraan sepeda motor.

"Kami cari cara bagaimana supaya kami bisa pergi ke kebun dengan cepat, maka timbulah ide–ide untuk membuat sepeda ini pake mesin supaya meringankan, itulah awal terjadinya sepeda ini," kata pria 39 tahun itu saat dijumpai di Pameran TTG, Stadion Lhong Raya Banda Aceh (11/10).

Arifin menambahkan, sepeda bermesin yang dirancang pada tahun 2014 lalu itu manghabiskan waktu sekitar satu bulan.

Untuk merancang sepeda tersebut ia juga tidak mengalami kesulitan, karena hanya memanfaatkan barang bekas.

"Untuk penutup mesin itu kita masih memakai Visidi bekas, maka beginilah hasilnya ada yang pakek paku, pake kayu, nah kalau kita punya alat lengkap bisa kita las peke plat jadi karena kita tidak punya ya beginilah jadinya," ujar ayah tiga anak tersebut.

Menurut Arifin,  untuk membuat sepeda mesinnya ia mengahabiskan biaya lebih kurang dua juta rupiah.

Pada saat proses pembuatan dirinya melakukan pengujian terlebih dahulu, jika tidak sesuai akan merubahnya kembali.

"Ini sudah beberapa kali dirombak, karena pada saat pengujian tidak sesuai, kita sesuaikan," katanya seraya mengaku nyaman menggunakan sepeda itu lantaran tidak capak untuk mendayung.

Sementara itu, saat ini Arifin sudah menerima bantuan berupa uang dari pemerintah setempat.  Arifin berencana melengkapi peralatan bengkel sehingga ia dapat terus bereksperimen menghasilkan tekhnologi baru.

"Sekarang untuk pengerjaan selanjutnya lebih mudah, untuk produksi kedua kita akan mengganti mesin shin shaw (mesin pemotong kayu) yang saat ini sedang kita rancang," tutur pria tamatan Sekolah Menegah Atas itu.

| HENDRA KA

Komentar

Loading...